PDA

View Full Version : Akhirat: Islam, Kristian & Yahudi



Pendeta
21-01-08, 01:18 PM
Assalamu'alaikum adik - adik, abang - abang, kakak - kakak, bapa - bapa, ibu - ibu, muslimin muslimah dan sidang pembaca sekalian. Kita berjumpa lagi dan kali ini saya sertakan sebuah artikel yang sejujurnya, semasa saya baca, nak menitik air mata rasanya mengenangkan adilnya Tuhan yang Maha Mengetahui, dan betapa banyaknya di antara kita yang begitu cepat menjatuh hukum kepada manusia lain yang tidak seagama seolah - olah kita adalah bangsa terpilih dan tahu apa keputusan yang Tuhan akan buat! Astaghfirullah.

Saya rasakan pentingnya artikel ini untuk dikongsi kerana di Malaysia, selain kaum, agama adalah satu lagi elemen yang menjadi paksi penting dalam menentukan keharmonian dan hala tuju negara, sedangkan perkara ini walaupun penting, sering disalah erti dan dipolitikkan untuk menimbulkan dan mengekalkan rasa syak wasangka dan meragut rompak kerasionalan berfikir kita sebagai manusia bertamadun.

Jadi, tanpa menambah bilangan perkataan yang sedia kala banyak untuk dibaca kemudian, saya pelawa saudara - saudari untuk membaca, dan kemudian menambah, mengemukakan soalan, dan sama - sama berbincang perkara yang memainkan peranan dalam mempengaruhi pemikiran kita dalam perhubungan harian sesama kaum dan agama kita ini.




What Will Happen to Jews and Christians on the Day of Judgment?
There has been recent discussion about the fact of whether Christians and Jews will be going to heaven along with Muslims (inshallah!). The argument is such: Christians and Jews who are isolated from Islam have the possibility to go to heaven but those who have been exposed to Islam do not. Also certain verses in the Quran concerning Christians and Jews going to heaven have been nullified by later verses. Could you please comment on this because it does not make sense considering what I have read in the Quran.


Reply
The Qur’an has very strongly negated the idea that the Jannah or the bliss in the life hereafter – the Paradise – is the right of any particular religious group. Whether one ascribes oneself to the Muslim or to any other belief, the criteria for success in the hereafter is going to be his true faith in the Almighty and in the Day of reckoning.
According to the Qur’anic view about life, each individual who lives on the face of this earth is put in a test by the Almighty. Whether born to Muslim or Jewish or Christian parents, each individual is being tested for his honest and unbiased search for and surrender to the Truth, as he sees and understands it. To go through this test, God has bestowed upon us the sense and the intellect to judge right from wrong.
A close look at our general attitude towards religion and religious beliefs shows that we normally go through life with the beliefs that we inherit from our parents. If we are born in a Muslim family, there is a greater chance that we shall remain Muslims through out our lives. The same holds true in other cases as well. But unfortunately, this passive belief tshall have absolutely no importance on the Day of Judgment. Whether we attended the Sunday Church or the Friday Congregation shall only have a secondary importance. The first thing that would be judged is whether the individual truly searched for the Truth or not and then, whether he lived his life in accordance with that Truth or not.
In the light of the above explanation, in my opinion, success in the hereafter is not dependent on ascribing to any one or the other group. It is basically dependent on my attitude towards searching for and submitting to the Truth. Thus, those Christians who, without any prejudice, had searched for the Truth and had submitted to it, shall be among those who are successful in the hereafter. While those who called themselves Muslims in this world, might fail in the hereafter on the account that they did not seriously and without any bias, seek the Truth or that even after knowing the Truth, did not submit to it or lived their lives in accordance with it.
This is the general principle of success and/or failure in the test of the life of this world. Thus, the criteria of success or failure is one that depends purely on the internal mechanism of the human soul and intellect. Because we cannot say that a particular person has rejected Islam (or whatever we hold to be the Truth) after being thoroughly convinced that Islam is the divine truth, we therefore, cannot pass a judgment regarding his success or failure in the hereafter. It is only the Omniscient God who really knows whether a person rejected after being truly convinced of the Truth or whether his rejection was because of some misunderstanding or unanswered questions, regarding that Truth. On the day of reckoning, God shall give His decision on the basis of His absolute knowledge about the reasons of the rejection of the individuals.
According to the Qur’an, when a messenger of Allah (Rasu’l as distinct from Nab’i) is sent towards a people, he removes all doubts that lie in people’s minds regarding the Truth. He answers all their questions. Truth becomes evidently distinct from falsehood. Those who accept his message, accept it with full knowledge of what is right and what is wrong; and those who reject his message, reject it after gaining full knowledge that it is the Truth they are rejecting. It is because of this particular position of the messengers (Rasu’l) of Allah that it becomes evident that those who are rejecting his call are rejecting the Truth, and those who are accepting his call are submitting to the Truth. The former are, thus, bound to be thrown in the hell fire and the latter are promised the bliss of paradise. Therefore the Jews and Christians who lived during the life of the Prophet and who did not accept his message are doomed. We, even with our limited knowledge know about this fact, because if as the Muslims hold, Mohammad (pbuh) was a true messenger of God, then those Jews and Christians who lived during the life of the Prophet (pbuh) rejected the Truth knowingly. They shall have no excuse for their rejection. It is these Jews and Christians that are sure to be doomed. As far as the Jews and Christians of other times and places are concerned, they are subjected to the same test in the life of this world. If they submit to whatever they truly believe to be the Truth and live their life in accordance with that Truth, they shall be successful. The case of the Muslims is not any different.
I hope this helps.
Regards
The Learner (%20learner@understanding-islam.com?subject=%20What%20Will%20Happen%20to%20Jews%20and%20Christians%20 on%20the%20Day%20of%20Judgment%20%28mi-010%29)




Sauce (http://www.understanding-islam.com/ri/mi-010.htm)



Apa yang boleh aku derive dari artikel ini ialah:


1. Pembuat keputusan yang Haq adalah Allah semata - mata. Jadi jangan cepat kita katakan "Depa tu kapir, memang konperm neraka". JANGAN, sebab kita tidak tahu.


2. Bersangka baik dengan bijak. Tidak kira apa agama sekalipun, mesej utama setiap agama adalah berbuat baik sesama manusia. Jadi, sejujur mana kita dengan agama kita, inilah yang akan dipersoalkan Tuhan nanti. Jangan jadikan perkara yang belum terjadi, sebagai penghalang untuk kita bersangka baik dan bermesra dengan manusia dari lain kaum dan agama. Ini juga adalah satu hikmah dalam memberikan gambaran yang tidak prejudis, tidak bias, dalam menyampaikan Islam secara hikmah (bukan Hikmat Alam Semesta Api Syurga Meragut Lalang ye :sengih:).


Aku harap, benda ni akan sentiasa dijadikan ingatan, dan bukan sekadar baca sekali, lupa berkali - kali. Jangan hilang di mata, di hati pun sama. Jika ada perkara yang nak di panjang - panjangkan, inilah yang sepatutnya. Bukan yang mengugut "Kalau tak forward, tak dapat pahala/eksidenla/syeikh ni pesan dalam mimpila/apala".

Jadi, sehingga ke lain kali, salah silap harap maafkan, dan sila tegur (serius ni). Jika musykil sila tanya, kita jawab sama - sama, jika ada nak kongsi, saya pelawa.

Sekian.

Wallahu a'lam, God knows Best.

DatukM
21-01-08, 02:15 PM
witout judging da authenticity of the article
tp ianya menguatkn lg bahwa
bknlah hak kita nk mengkapiokn org sesuka ati..
xkesahla sbb ape pn..

Humairah
21-01-08, 02:30 PM
belum islam tak bermakna kafir......

tp bila telah Islam tp masih me ngamalkan selain yg terkandung dalam Islam maka tak sempurnalah islamnya....

sedangkan allah suruh kita masuk Islam sepenuhnya....

Sbb Islam itu bermaksud tunduk dan patuh....buat apa yg disuruh tinggal apa yg dilarang...

p/s; sbb selain hamba allah , ada lg hamba nafsu, hamba syaitan dan hamba dunia......


cam semalam Ustaz ismail Kamus pun ckp antara ciri hamba allah itu adalah merendah diri......banyak menghitung kelemahan diri dr kelemahan org lain......:)

Setiap anak adam(manusia tak kira bangsa, warna kulit,bahasa pertuturan dan ufuk mana dia tinggal, dan zaman mana dia hidup) diuji...tak kira siapa kita......

cam kata daud che ngah...ada 4 golongan manusia ( dlm tajuk ceramahnya tersungkur di pintu syurga)

Lahir x islam , mati tak islam
Lahir x islam, mati islam
Lahir islam, mati x islam
Lahir islam, mati pun islam......

( ISLAM disini merujuk kepada mereka yg hidup dikalangan nabi muhammad SAW sehingga kita dan akhir zaman)

ITU LA ADILNYA ALLAH tp berapa kali kita syukur ingat dan puji DIA erk?

bergthegreat
21-01-08, 04:29 PM
Asal Usul Yahudi

Kita pernah dengar bagaimana keganasan Israel di bumi Palestin, tidak kira tua atau muda saudara kita, tidak kira lelaki atau wanita saudara kita, dikencam begitu hina. Antara ceritanya adalah Wujudnya kaum yahudi dan sejarah kehidupannya, tertubuhnya Pergerakan Zionis dan Pencerobohan dibumi Palestin. Semoga segala cerita ini akan membuka minda kita dan memberi iktibar pada kehidupan kita tentang asal usul kaum Yahudi.

Asal-usul kaum yang dimurkai

Pada masa ini ramai orang yang beranggapan bahawa Hebrew, Bani Israel dan Yahudi itu adalah sama sahaja. Tapi sebenarnya, setiap satu dari yang disebutkan itu adalah berbeza. Hebrew merupakan satu bahasa dan bukan rumpun bangsa. Bahasa Hebrew digunakan oleh puak nomad Semitic yang tinggal di Timur Mediterranean sebelum tahun 1300 sebelum Masihi.

Bani Israel pula adalah merupakan satu rumpun bangsa yang sememangnya pernah wujud dalam sejarah manusia. Manakala Yahudi pula adalah satu kumpulan manusia yang telah mengamalkan peradaban Hebrew dan Bani Israel.

bergthegreat
21-01-08, 04:30 PM
Orang-orang Yahudi sebenarnya tergolong dari berbagai-bagai rumpun bangsa dan bukan satu bangsa yang tulen. Ia merupakan tidak lebih daripada sekumpulan komuniti manusia yang berjaya memelihara identity mereka selama 1900 tahun. Iaitu dari tarikh musnahnya wilayah kekuasaan Rom yang dikenali sebagai Judea dalam tahun 135 Masihi sehinggalah penubuhan Negara Israel dalam tahun 1948. Dalam tahun 1970, Parlimen Israel telah meluluskan satu undang-undang yang mentafsirkan Yahudi sebagai seorang yang dilahirkan daripada seorang ibu Yahudi. Satu tafsiran yang tidak mempunyai erti langsung. Apa yang telah mengekalkan perpaduan mereka ini ialah keteguhan mereka dalam memegang dan mengeamalkan agama yang dikenali sebagai Judaisme.

Orang-orang Yahudi mengabadikan diri mereka yang begitu mendalam dan bersungguh-sungguh terhadap ilmu pengetahuan. Kepada mereka, mempelajari ilmu pengetahuan adalah satu-satunya amalan keagamaan yang mesti dilakukan di dalam apa jua keadaan sekalipun. Bagaimanapun, rata-rata, Yahudi adalah orang yang tidak sepatutnya diberi muka di atas bumi ini. Bangsa-Bangsa Bersatu, mereka telah dengan mudah tunduk kepada tekanan-tekanan dan desakan Yahudi. Bagaimanakah hanya sekumpulan komuniti manusia boleh diberikan sebuah Negara. Negara itu pula adalah sebuah Negara milik orang lain.

Yahudi tidak dikehendaki walau di mana-mana pun. Di antara tahun 132 hingga 135 Yahudi telah diharamkan memasuki Jerusalem. Sesiapa sahaja di kalangan mereka yang melanggar perintah itu akan dihukum bunuh. Dalam kurun ke-enam pula, orang-orang Yahudi yang merempat di Sepanyol telah diletakkan ke satu taraf kedudukan yang paling hina sekali. Semasa kebangkitan agama Kristian di Eropah, ramai orang Yahudi telah dibunuh di atas tuduhan telah menyebabkan kematian Nabi Isa. Dalam zaman Perang Salib yang berlaku di antara kurun Masihi yang ke-11 hingga kurun Masihi yang ke-13, ramai lagi orang Yahudi yang telah dibunuh. Dalam tahun 1215, majlis Gereja Roman Katholik telah mengarahkan supaya semua orang Yahudi memakai tanda pengenalan. Perkara yang sama juga dilakukan oleh Khalifah Omar semasa beliau memerintah Baghdad. Dalam tahun 1920 pula, Raja Edward I, iaitu Raja England ketika itu, telah menghalau Yahudi dari bumi England. Perbuatan ini dituruti pula oleh Raja Perancis, Charles IV

Dalam abad yang ke-14 dalam satu era yang dipanggil 'Black Death', pembunuhan secara beramai-ramai ke atas orang-orang Yahudi menjadi sebagai satu perkara biasa sahaja. Sepanyol menghalau penduduk-penduduk Yahudi dari Negara mereka dalam tahun 1494. Portugal pula berbuat demikian dalam tahun 1497. Sejarah juga telah membuktikan bahawa orang-orang Yahudi ini telah merempat dari satu tempat ke satu tempat. Ada di antara mereka telah lari ke Turki. Nasib baiklah ketika itu Turki adalah sebuah Negara Islam yang diperintah oleh Constantinople. Islam adalah satu-satunya agama yang sangat bertoleransi. Selain dari Turki, mereka juga lari ke Rusia dan Poland. Dalam tahun 1648 terdapat kira-kira setengah juta Yahudi di Poland. Tapi tidak lama kemudian, di sekitar tahun 1648 hingga 1658, di bawah pemerintahan Bogdani Chmielnicki, sebilangan besar dari mereka telah dibunuh dan harta mereka dimusnahkan.

bergthegreat
21-01-08, 04:32 PM
Selepas tahun 1650, satu era baru muncul pula di Eropah Barat berikutan dengan Reformasi Puak Protestan. Dalam era itu orang-orang Yahudi telah digalakkan pula berhijrah ke tanah jajahan British yang baru, iaitu Amerika. Dalam tahun 1791, Majlis Kebangsaan Perancis membenarkan kemasukan orang-orang Yahudi ke Negara itu. Ini dilakukan sebagai memenuhi konsep demokratik Revolusi Perancis. Namun begitu, tidak beberapa lama kemudian, Napoleon I telah membantah keras dasar itu. Sementara kedatangan orang-orang Yahudi disambut baik di Eropah Barat, Eropah Timur pula mengamalkan dasar yang berlawanan. Rusia dan Poland telah mengamalkan dasar pembunuhan beramai-ramai ke atas orang-orang Yahudi. Pembunuhan ini samalah seperti apa yang telah berlaku di Eropah Barat satu ketika dahulu.

Apabila Poland Timur menjadi sebuah tanah jajahan Rusia di antara tahun-tahun 1772 hingga 1796, orang-orang Yahudi yang masih ramai lagi hidup di situ telah dikenakan sekatan-sekatan yang hebat. Mereka juga hilang hak untuk menuntut ilmu dan berniaga. Mereka tidak dibenarkan tinggal di luar tempat-tempat yang tertentu. Bukan itu sahaja, malah Kerajaan Rusia telah menggalakkan serta membiayai pembunuhan orang-orang Yahudi secara beramai-ramai. Peristiwa inilah yang dikenali sebagai 'pogrom', iaitu pembunuhan orang-orang Yahudi secara beramai-ramai di zaman moden. Ia berlaku dalam tahun 1881 berikutan terbunuhnya Czar Alexander II.

Kemudian dalam tahun 1903 dan tahun1905, ekoran dari kegagalan Revolusi Rusia, berlaku sekali lagi pogrom. Pogrom kali ini hebat dan berlaku di 600 buah kampung orang-orang Yahudi. Mereka dicincang hidup-hidup sementara harta benda mereka serta rumah-rumah mereka dibakar. Pogrom yang mengorbankan beratus-ratus ribu orang Yahudi pula berlaku semasa Perang Saudara Rusia akibat dari Revolusi Bolshevik dalam tahun 1917. Dalam tahun 1938, pogrom juga telah berlaku di Jerman. Dan pogrom yang terbesar sekali yang pernah berlaku dalam sejarah ialah pogrom yang berlaku dalam Perang Dunia Kedua di mana seramai enam juta orang-orang Yahudi telah dibunuh secara sistematik dalam apa yang dinamakan oleh Kerajaan Jerman sebagai 'penyelesaian terakhir kepada masalah orang-orang Yahudi'.

bergthegreat
21-01-08, 04:33 PM
Sejarah telah membuktikan bahawa kaum Yahudi merupakan kaum yang sentiasa ditindas dan ditekan. Peristiwa-peristiwa yang berlaku sepanjang zaman semenjak dari zaman Nabi Allah SWT Musa a.s. sehinggalah zaman mereka berada di Palestin selepas itu sentiasa menyaksikan pembunuhan kaum Yahudi secara beramai-ramai oleh musuh-musuh mereka.

Melalui peristiwa-peristiwa yang berlaku itu, kita selaku umat Islam yakin bahawa kependudukan mereka secara haram di negara Palestin akan berakhir tidak lama lagi.

Mereka akan dihalau keluar dari negara itu sama sepertimana datuk nenek mereka dipaksa keluar dari negara itu. Perkara ini telah dijanjikan oleh Allah SWT menerusi banyak ayat al-Quran, contohnya dalam surah Al-A'raf ayat 167 yang bermaksud:

"Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu memberitahu: Bahawa sesungguhnya Ia akan menghantarkan kepada kaum Yahudi itu, (terus menerus) hingga hari kiamat, kaum-kaum yang akan menimpakan mereka dengan azab sengsara yang seburuk-buruknya (disebabkan kejahatan dan kekufuran mereka). Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat azab seksa-Nya, dan sesungguhnya Dia juga Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani."

Kejahatan Bangsa Yahudi Menurut Al-Quran

Ayat di atas menyebutkan bahawa azab dan tekanan akan terus menimpa mereka hingga ke hari kiamat. Berita-berita masa lampau tentang mereka sebelum Islam perlu diberitahu kepada mereka agar mereka sedar bahawa masa tersebut akan tiba dan kebenaran isi kandungan al-Quran sebagai wahyu Ilahi akan terbukti.

Ayat-ayat seperti ini memberi satu kekuatan berupa sokongan moral kepada umat Islam secara amnya dan bangsa Arab Islam khasnya agar berusaha memperkuatkan diri ke arah merealisasikan fakta ini.

bergthegreat
21-01-08, 04:34 PM
Penindasan Ke Atas Yahudi Sebelum Islam

Tersebut dalam lipatan sejarah penjajahan ke atas Yahudi telah dimulakan oleh Raja Fir'aun Nikho dari Mesir. Selepas itu untuk kali keduanya mereka telah dijajah lagi oleh Raja Nabukadnesar (Bukhti-Nashar) dari Babil. Semasa penjajahan tersebut, raja dan tenteranya telah membinasakan habis-habisan Jerussalam termasuk Baitul Maqdis yang didirikan oleh Nabi Sulaiman a.s. dan menawan majoriti rakyatnya .

Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat surah al-Isra' ayat yang bermaksud:

"Dan Kami menyatakan kepada Bani Israel dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) dua kali, dan sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh dengan melampau. Maka apabila sampai masa janji (membalas kederhakaan kamu) kali yang pertama dari dua (kederhakaan) itu, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang kuat gagah dan amat ganas serangannya lalu mereka rnenjelajah di segala ceruk rantau (membunuh dan membinasakan kamu); dan (sebenarnya peristiwa itu) adalah satu janji yang tetap berlaku".

Seterusnya pada tahun 203 sebelum Masihi pula menyaksikan penjajahan yang lebih teruk oleh raja-raja Syria malahan membawa kepada penahanan Yahuza yang menjadi raja Yahudi pada masa itu. Orang-orang lelaki dijadikan hamba abdi, manakala cukai-cukai yang tinggi turut dikenakan ke atas mereka.

Tidak cukup di situ Allah SWT membinasakan mereka apabila Rom menjajah pula selepas itu. Negara Palestin telah dimasukkan di bawah negara mereka. Pada tahun 70 Masihi, golongan Yahudi telah melakukan pemberontakan ke atas penjajah mereka iaitu Rom. Pemberontakan ini menemui jalan buntu. Akibatnya Rom telah mengeluarkan arahan kepada gabenornya di situ yang bernama Titus untuk membakar rumah-rumah ibadat Yahudi dan membunuh kebanyakan penduduk Yahudi dan menjual yang lainnya sehagai hamba.

Tidak lama selepas itu, Jerussalem pesat membangun semula. Kaum Yahudi mengambil kesempatan untuk memberontak buat kali kedua tetapi masih gagal. Adrian yang menjadi raja Rom akhirnya memerintahkan agar bandar Jerussalem dimusnahkan habis-habisan dan rakyatnya dibunuh. Ditaksirkan lebih 500,000 jiwa telah terkorban dalam peristiwa itu .

bergthegreat
21-01-08, 04:35 PM
Penindasan Ke Atas Yahudi Selepas Islam

Apabila Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, kaum Yahudi telah menyusun beberapa konspirasi jahat ke atas Islam. Akibatnya, pelbagai tindakan tegas telah dikenakan terhadap mereka sehingga membawa kepada pembunuhan beramai-ramai kaum Yahudi dan pengusiran keluar dari negara Islam Madinah.

Kemudian di akhir kurun ke 13, penindasan ke atas mereka masih berterusan. Pada kali ini negara Eropah pula yang bertindak menekan mereka. Sejarah telah menunjukkan bahawa kaum Yahudi pernah dibunuh di Sepanyol dan Portugal. Bahkan kepercayaan agama Kristian lama beranggapan bahawa menekan Yahudi adalah melambangkan keimanan yang sebenarnya.

Tekanan yang dihadapi menyebabkan Yahudi mencari perlindungan di Andalus. Pemimpin-pemimpin Islam di Andalus pada waktu itu memberi perlindungan politik kepada Yahudi sebagai satu cara untuk berdakwah kepada mereka. Namun panas yang disangka sampai ke petang, rupanya hujan di tengahari. Nikmat perlindungan rupa-rupanya tidak lama. Penganut-penganut Kristian telah berjaya menundukkan kuasa Islam di Andalus. Sekali lagi penyembelihan orang-orang Yahudi berlaku secara beramai-ramai. Mereka di halau keluar dari bandar-bandar seperti Balensia, Qordova, Gibraltar, Barcelona dan juga dari tempat-tempat lain. Seorang paderi besar Katolik di situ yang bernama Hernando Martins telah menyampaikan ucapan anti Yahudi dan mengarahkan agar unsur-unsur termasuk penganutnya dihapuskan.

Peperangan Salib telah meletus di Andalus dan kebanyakan orang yahudi dihapuskan. Ramai dari kalangan mereka telah dipaksa memeluk Kristian. Dalam tempoh kurang dari 3 bulan, setiap individu yang enggan masuk Kristian akan dihalau ke tempat lain luar dari Andalus. Sesiapa yang melanggar perintah akan dihukum bunuh .

Kebanyakan orang Yahudi yang enggan memeluk Kristian telah meninggalkan Andalus. Malangnya di tengah jalan para lanun telah menangkap mereka dan mereka dijadikan hamba untuk diperniagakan. Sesiapa yang terlepas pula jarang yang dapat hidup kerana diserang kelaparan dan penyakit berjangkit seperti taun dan lain-lain.

bergthegreat
21-01-08, 04:37 PM
Walaupun menghadapi pelbagai penindasan, golongan Yahudi akhirnya berjaya juga menaja satu perhimpunan yang menghimpunkan sekitar 80,000 orang ahli. Mereka mengambil keputusan untuk berhijrah ke Portugal setelah mendapat pelawaan rajanya yang beragama Kristian dan bersikap terbuka. Setibanya di sana, raja yang selama ini bersikap terbuka, tiba-tiba berubah menjadi anti Yahudi selepas dipengaruhi golongan gereja yang selama ini menentang mereka. Semua golongan lelaki dewasa Yahudi telah dipaksa meninggalkan negara Portugal, manakala wanita dan anak-anak dipaksa menukar agama kepada Kristian.

Tekanan dan kezaliman ke atas Yahudi sebenarnya tidaklah terbatas di negara-negara seperti Sepanyol, Portugal dan Rom sahaja.

Malahan semua negara Eropah Kristian telah mengambil sikap anti-Yahudi secara terang-terangan. Di bawah dinyatakan peristiwa-peristiwa kezaliman yang berlaku keatas golongan Yahudi:

Menurut kajian, lebih dari 100,000 Yahudi telah diragut nyawanya termasuk lelaki dan perempuan serta anak-anak mereka. Jalanraya telah dibasahi dengan darah mereka. Tentera telah melakukan kekejaman di luar batasan pemikiran manusia di samping mencincang lumat anggota badan mereka.

1. Di England, King Edwaard telah menghalau Yahudi beramai-ramai pada tahun 1290.
2. Di Perancis, King Phillip telah menghalau mereka dari Perancis pada tahun 1306. Menurut fakta sejarah, Raja Phillip kemudiannva telah membenarkan sebahagian daripada mereka untuk pulang ke Perancis selepas itu, tetapi keputusan diambil untuk menghalau semula mereka pada tahun 1394.
3. Di Hungary, golongan Yahudi telah dibuang negara beramai-ramai. Tetapi mereka memberanikan diri pulang semula sebelum dihalau kembali pada tahun 1582.
4. Di Belgium, mereka dihalau beramai-ramai pada tahun 1370.
5. Di negara Czechoslovakia pula, puak Yahudi dihalau pada tahun 1380. Mereka kembali semula untuk bermastautin pada tahun 1592. Malangnya pada tahun 1744, Queen Maria Theressa telah mengarahkan agar dihalau semula golongan Yahudi tersebut.
6. Di negara Austria pula, Raja Bright ke-5 telah menghalau mereka dari negara itu pada tahun 1420.
7. Di Holland, mereka dihalau dari Outricht pada tahun 1444.
8. Di Itali, mereka dihalau dari Napoli dan Sardina pada tahun 1540.
9. Di Jerman, golongan Yahudi dihambat dari Bavaria pada tahun 1551. Kemudian telah berlaku penindasan secara berterusan ke atas mereka oleh masyarakat berfahaman Nazi. Beratus ribu Yahudi telah terkorban dalam keganasan itu.
10. Di Rusia pula, rakyat tempatan telah berkerjasama menghalau orang-orang Yahudi pada tahun 1510. Golongan Yahudi beransur-ansur pulang selepas itu dengan harapan penduduk tempatan telah memaafkan mereka. Namun begitu, tekanan masih berterusan sehingga tentera Rusia turut masuk campur untuk menyembelih mereka beramai-ramai di Ukraine sepanjang tahun 1919.

bergthegreat
21-01-08, 04:38 PM
Mengapa Yahudi Ditindas?

Antara sebab penindasan dilakukan ke atas mereka adalah kerana sikap sombong dan tidak setia pada perjuangan. Masyarakat Kristian Eropah menyedari sikap yang ditunjukkan itu. Golongan Yahudi merupakan golongan yang tidak pernah kenal erti berterima kasih. Walaupun hanya menumpang di negara orang, perangai mereka tidak ubah seperti tuan yang memeras dan menganiaya golongan peribumi negara itu. Kemahiran berniaga telah menjadikan golongan Yahudi sombong dan tidak berperikemanusiaan.

Orang yang meminjam dan berurus niaga dengan mereka terjebak dalam sistem riba. Ekonomi yang berasaskan riba telah dimulakan oleh korporat-korporat Yahudi yang berjaya untuk memastikan terus menjadi kaya tanpa memikirkan nasib si miskin.

Perkara ini tidaklah menghairankan kerana menurut kepercayaan mereka seperti yang dijelaskan di dalam 'Talmud' iaitu tafsiran kepada kitab 'Taurat', ada dinyatakan secara terang-terangan bahawa riba halal dengan urus niaga bersama bukan Yahudi. Ini disebabkan Yahudi adalah anak-anak Allah SWT, manakala selain mereka adalah binatang berupa anjing dan ****. Justeru itu, mereka berhak melakukan apa sahaja demi kepentingan peribadi.

bergthegreat
21-01-08, 04:39 PM
Disebut dalam Talmud lagi:

* Pemilikan harta-harta oleh selain Yahudi adalah tidak sah. Jadi sesiapa sahaja di kalangan Yahudi boleh merampas hak tersebut.
* Allah SWT (SWT) menganugerahkan ke atas mereka hak untuk bertindak sesuka hati ke atas bangsa-bangsa lain.
* Kedudukan Yahudi ke atas bangsa-bangsa lain sama seperti kedudukan manusia ke atas binatang. Bangsa-bangsa lain memiliki sifat-sifat kebinatangan. Tiada siapa yang dapat mengajar mereka melainkan Yahudi.
* Riba diharamkan sesama Yahudi, tetapi dihalalkan kepada selain mereka. Malahan menurut perlembagaan Talmud itu, HARAM memberikan pinjaman kepada bangsa lain tanpa dikenakan riba.

Penaklukan Palestin Oleh Rejim Haram Yahudi

Sebab utama penaklukan negara Palestin sebenarnya berpunca dari perancangan yang teliti oleh Persatuan Freemason Antarabangsa. Freemason melihat usaha begini penting bagi mengelakkan pupusnya spesis Yahudi dari persada dunia.

Takdir Allah SWT membenarkan mereka berjaya menakluk Palestin dengan restu gerakan Kristian sedunia dan bantuan mereka. Perkara ini berlaku dalam keadaan orang-umat Islam terutamanya masyarakat Arab sedang lalai. Persoalannya, sampai bilakah mereka akan berjaya mendominasi negara yang kecil itu. Mereka perlu waspada kepada masyarakat Arab yang berjumlah lebih 100 juta orang itu yang sentiasa mengingati sejarah buruk antara mereka dan Yahudi sepanjang zaman. Masa jua yang akan menentukan segala-galanya.

Humairah
21-01-08, 04:47 PM
TQ the great.....info yg jelas .....:)

p/s; KUDENG ...sampaikan walau 1 ayat....lg banyak ayat lg bagus..hehe.:p

bergthegreat
21-01-08, 04:54 PM
isu berkaitan perebutan Baitulmaqdis nie ada tercatat dlam Al-Quran yang mengatakan kisah perebutan kawasan ini x akan selesai sehingga Hari Kiamat..

Segala yang berlaku atas ketentuanNYA..

xamel2001
21-01-08, 06:04 PM
Topik yg menarik, Pendeta.

Tapi rasanya kebanyakan kita agree bhw Christians dan Jew dah menyimpang dari ajaran asal. Contoh Christian moden percaya bhw Jesus (Nabi Isa) adalah anak Tuhan sedangkan dlm Islam, antara sifat2 Allah ialah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Mereka juga percaya kepada Trinity iaitu Father (Tuhan), Son (Jesus) & Holy Ghost (Roh Kudus).

Terdpt juga dr golongan Katolik yg percaya bhw Reverend/Pastor dpt mengampunkan dosa penganut Christian kerana mereka ni dilantik sebagai wakil dari Tuhan dan Tuhan akan mengikut apa yg difatwakan oleh Reverend/Pastor ni.

Soal samada mereka ini masuk syurga atau tidak hanya terserah kepada yg Esa. Persoalan ini juga ada ditimbulkan:

Mcm mana dgn pengikut Nabi2 lain? Mereka ni masuk Syurga juga tak?

Pernah jugak saya dgr hanya Islam yg dijamin masuk syurga.

Thanks for the info, bergthegreat. Menarik utk dibaca.

Humairah
21-01-08, 06:14 PM
Dari Nabi adam sampai Nabi muhammad semua agama yg hanif/lurus kan?

cuma ia diselewengkan oleh mereka selepas kewafatan para nabi/rasul.

Cam waktu nabi Muhammad wafat pun dah ada golongan yg murtad dan diperangi oleh Abu Bakar kan?

NextThread
21-01-08, 06:16 PM
ada jugak orang yang menjanjikan syurga.. walau hanya dengan menyokong.. :D

info yang menarik pendeta n bergthegreat..
banyak ilmu di dalamnya..

trew
21-01-08, 08:31 PM
knowledge need to share..:peace:
some from that books n reserch that i did..

iye ke? nama betul bergthegreat ni Norman Hamdan ke?

wassalam.

Humairah
22-01-08, 11:35 AM
ada jugak orang yang menjanjikan syurga.. walau hanya dengan menyokong.. :D

info yang menarik pendeta n bergthegreat..
banyak ilmu di dalamnya..

mana manusia boleh janjikan syurga.....siapa mereka itu begitu sure nak janjikan syurga?.......kalahkan FIRAUN nih.....!

tp kalau dia bacakan ayat Quran bahawa jaminan syurga bg org yag mendaulatkan dan mengamalkan Islam dengan sebenarnya...fahamilah ayat yg disampaikan....tak kira dia dr parti mana yer......sbb ISLAM bukan parti.....tp ada parti yg menperjuangkan ISLAM.....:macho:

se7en
22-01-08, 05:34 PM
parti berbeza..tp agama sama....sokong bile dari segi hukumnye betul...sanggah kalo dia berlanggar hukum...semua ditangan kite....

poloman
28-01-08, 12:29 PM
Apa yang boleh aku derive dari artikel ini ialah:


1. Pembuat keputusan yang Haq adalah Allah semata - mata. Jadi jangan cepat kita katakan "Depa tu kapir, memang konperm neraka". JANGAN, sebab kita tidak tahu.


2. Bersangka baik dengan bijak. Tidak kira apa agama sekalipun, mesej utama setiap agama adalah berbuat baik sesama manusia. Jadi, sejujur mana kita dengan agama kita, inilah yang akan dipersoalkan Tuhan nanti. Jangan jadikan perkara yang belum terjadi, sebagai penghalang untuk kita bersangka baik dan bermesra dengan manusia dari lain kaum dan agama. Ini juga adalah satu hikmah dalam memberikan gambaran yang tidak prejudis, tidak bias, dalam menyampaikan Islam secara hikmah (bukan Hikmat Alam Semesta Api Syurga Meragut Lalang ye :sengih:).



Salam pendita dan teman-teman...

Aku sekadar memberi komen...

1. Kafir tetap akan masuk neraka... Manakala Islam akan masuk syurga... Kita kena faham apa itu kafir berlandaskan Al-quran dan sunnah.. Salah satu ayat Al-quran berkaitan kafir ialah surah Sad ayat 74
"Melainkan Iblis; dia berlaku sombong takbur (mengingkarinya) serta menjadilah dia dari golongan yang kafir."
Kafir yg Allah Maksudkan dlm Al-quran lebih kepada, Sombong, takabur, tidak percaya, tidak taat, tidak patuh, khianat, tidak bersyukur (berterima kasih) dan berbagai bagai perbuatan perbuatan mungkar yang lain.. terlalu banyak untuk di sebut.. Jadi kesimpulannya jika org itu melakukan kemungkaran maka... fikirlah..

Islam.. Ayat Al-Maidah ayat 3 (sebahagian)
" Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu. ."

Kesalahan kita melihat Islam ialah melihat Islam sebagai agama dari kacamata melayu... sama seperti kristian, hindu atau budha... Apabila kita melihat Islam sebegitu maka jadilah "sembahyang sembahyang juga.. maksiat tetap buat.." kita memisahkan Islam dengan yg lain.. Sebenarnya ini adalah salah... Islam sebenarnya ialah CARA HIDUP KITA... bermula dari kita anak kecil (didikan islam dari ibu bapa) sehinggalah kita mati... Dari bangun tidur sehingga kita tidur semula.. Ia adalah hidup kita bukan sekadar agama dalam ertikata melayu..

Sebenarnya perjalanan untuk menyempunakan Islam bermula dari zaman Adam lagi.. Ia disempurnakan dalam zaman Rasullullah.. Sebab itu dalam rukun iman salah satunya ialah beriman kepada rasul.. Bukan semata mata Nabi Muhammad.. Sebab kalau tidak ada Adam sehingga Isa.. mustahil Islam itu akan "SEMPURNA" seperti yg dinyatakan dalam ayat di atas.. sebab segala kekuasaan Allah terpaksa dinyatakan semula seperti, kalau manusia engkar, mereka akan dilanda banjir besar yang paling dasyat, dilanda guruh dan petir, dengan kuasa Allah dapat manusia selamat dalam keadaan genting dengan membuka laut, menghidupkan burung yg telah dicingcang, membentuk burung dari tanah dan dihidupkan dgn kuasa Allah dan banyak lagi kisah kisah nabi terdahulu yang semuanya menceritakan betapa Allah maha berkuasa, maha mencipta, maha mengetahui, maha menghakimi, maha teliti dan banyak lagi... terlalu banyak.. Ini semua untuk membentuk keimanan manusia terhadap Allah melalui "ainul Yakkin".. Ia boleh di perjelaskan lagi jika kita merenung ayat ini, An-nisaa ayat 125
"Dan tidak ada yang lebih baik agamanya daripada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah (dengan ikhlas), sedang dia berusaha mengerjakan kebaikan dan dia pula mengikut agama Nabi Ibrahim yang lurus; dan (kerana itulah) Allah menjadikan Nabi Ibrahim kesayanganNya"

Apakah agama Nabi Ibrahim? Kenapa Allah katakan bahawa org itu adalah lebih baik jika dia menyerah diri, mengerjakan kebaikkan dan mengikut agama Nabi Ibrahim? Bukankah kita banyak mengikui Nabi Ibrahim seperti korban, melontar jamrah, sai.. doa iftitah dan banyak lagi.. Sebenarnya dari Adam sampai Muhammad adalah satu..

Perkara yg perlu kita lihat sebenarnya bukan "depa kapir neraka.. kita islam syurga".. tetapi yg patut dilihat ialah " Adakah mereka kafir?.. Adakah kita Islam..? "

Tetapi kita disarankan supaya "jgn tengok kuman seberang laut.. tengok gajah di depan mata".. tengoklah diri kita sendiri.. Adakah kita akan selamat?.. soal mereka ialah antara mereka dgn Allah..

2. Agama yg benar di sisi Allah ialah Islam seperti dalam surah Al-Maidah ayat 3.. Ia dimulai dengan tauhid... yg membentuk iman kita terhadap Allah.. Tentang agama agama lain, walaupun benar mereka mengajak kepada kebaikkan tetapi ia tidak dimulai dgn mengtauhidkan Allah dan iman maka ia adalah salah.. (kita kena faham apa yg dikatakan mengtauhidkan Allah..) Ia tetap tidak di terima Allah.. seperti dalam surah Al-Furqan ayat 21-23

"(21) Dan berkatalah pula orang-orang yang tidak percaya akan menemui Kami: Mengapa tidak diturunkan malaikat kepada kita atau kita dapat melihat Tuhan kita? Demi sesungguhnya, mereka telah bersikap sombong angkuh dalam diri mereka sendiri, dan telah melampaui batas dengan cara yang sebesar-besarnya.
[22] (Ingatkanlah) hari mereka melihat malaikat, pada hari itu tiadalah sebarang berita gembira bagi orang-orang yang bersalah dan mereka akan berkata: Semoga kita jauh, dijauhkan (dari sebarang keadaan yang buruk).
[23] Dan Kami tujukan perbicaraan kepada apa yang mereka telah kerjakan dari jenis amal, lalu Kami jadikan dia terbuang sebagai debu yang berterbangan."

Ayat 21 menceritakan bahawa mereka tidak mempercayai rukun iman dan tidak mengenal Allah (sebab disangka Allah boleh dilihat dgn mata kasar) maka mereka dikelaskan sebagai sombong dan angkuh dan melampaaui batas... ayat 23 menceritakan bahawa segala amalan mereka menjadi debu beterbangan.. tiada makna... kosong.. HANYA ISLAM YG SEMPURNA segalanya.. Tetapi Allah melarang kita dari memburukkan agama lain atau memusnahkan rumah rumah ibadat mereka (cari la sendiri pulak dalam Al-quran).. Kita mesti berhemah dalam menyampaikan kepada mereka..

Berfikirlah kita.. ADAKAH KITA ISLAM YG SEBENAR-BENARNYA??

Tetapi perlu diingat Allah itu "Faallul limma Yurid" Berbuat Dia sekehendaknya.. Dia boleh memasukkan org kafir dlm syurga jika dia berkehendakkanya.. tetapi Allah juga "maha menunaikan janji".. ingatlah.. JANJINYA ADALAH BENAR...

TAK KENAL MAKA TAK CINTA...

wo0p
28-01-08, 02:08 PM
http://www.mediachannel.org/images/media-moguls-1200X849.jpg

Ini dari segi media yahudi berkuasa, belum lagi produk lain seperti Tekonologi intel, Makanan; KFC, Mcdonald, product harian; protect& gamble, colgate-palmolive

Pendeta
30-01-08, 01:58 PM
poloman,
jika kita melihat konteks kafir dari maksud yang kamu beri, maka percayalah, tidak ramai yang kafir. Tidak ada satu manusia di dunia ni yang mahu percaya kepada benda yang salah. Yang ada hanyalah perbezaan dari segi pemahaman. Kita boleh percaya kepada apa sahaja tetapi bila sahaja kita faham sesuatu itu salah, maka kita tidak akan percaya kepada perkara tersebut.
Contoh: Percayakah kita kepada Santa Clause?
Tidak, kerana kita faham adalah mustahil untuk sorang laki tua naik rusa yang boleh terbang jumpa budak - budak baik di seluruh dunia masuk ikut cerombong asap rumah semata nak bagi hadiah dalam satu malam. Ini kita dah faham sebagai salah, jadi mustahil untuk kita percaya.

Dan kita tidak salah dalam melihat Islam sebagai agama ya. Ini ada dalilnya. "Sesungguhnya agama disisi Allah adalah Islam". Tetapi, silapnya kita dalam berfikir ialah agama itu "sekadar agama".

Tetapi saya setuju bila saudara katakan kita perlu berfikir, "Adakah kita Islam" dan tidak perlu fikirkan untuk yang bukan Islam. Yang lain adalah hak Allah untuk menentukan, bukan kita. Ini tujuan saya buka thread ni.

wo0p,
1st. Mana sumber?
2nd. Kat bahagian mana yang kata Yahudi "berkuasa" dalam bidang - bidang diatas?
3rd. Apa tujuan pos kamu?
4th. Saya ingatkan, tujuan saya buka thread ini adalah bukan untuk menambah prasangka buruk terhadap manusia yang berbeza kepercayaan dan ideologi; kerana ini sebenarnya menghalang kemajuan kita sendiri kerana sibuk fikir pencapaian orang lain, lepas tu leka nak majukan diri sendiri.

Sekian, no hard feelings.

God knows best.

mnajem
30-01-08, 02:30 PM
kalau agama lain tak salah, bila time perang haramla bunuh diorang, betul tak?

ye lah,apa hak kita nak bunuh orang tu time perang i.e perang salib ke entah-entah dia masuk syurga

:p

wo0p
30-01-08, 05:39 PM
sumber dari atas aku jumpa dari website jewwatch, pasal yahudi skrg dah kuasai dunia, termasuk hiburan,makanan, teknologi dan semuanya... orang yang kacuk dengan yahudi pun masih pun yahudi, dalam website jewwatch aku check nama pelakon2 holywood yang korang puja mesti tak sangka diorang ini yahudi


Ini menarik aku jumpa dari youtube hussain ye, sheik yang berasal dari malaysia ,


http://www.youtube.com/watch?v=uXcVkBYo5SI

http://www.youtube.com/watch?v=uXcVkBYo5SI

Pendeta
31-01-08, 02:28 PM
kalau agama lain tak salah, bila time perang haramla bunuh diorang, betul tak?

ye lah,apa hak kita nak bunuh orang tu time perang i.e perang salib ke entah-entah dia masuk syurga

:p

Ish kamu ni. Ada ke aku kata macam tu?
Dhimmi kah mereka yang perangi kita atas sebab agama?

Kesanggupan untuk mati atas kepercayaan tidak esklusif untuk Muslim. Perintah kepada kita ialah pertahankan kepercayaan kita. Sama juga kepada mereka. Pada mereka, mereka syahid; pada kita, kita juga syahid. Siapa dikalangan kita yang betul - betul tahu berbukti tanpa syak siapa yang syahid siapa yang tidak? Jadi, jika tidak yakin, jangan cakap. Itu je yang aku cuba kata.


sumber dari atas aku jumpa dari website jewwatch, pasal yahudi skrg dah kuasai dunia, termasuk hiburan,makanan, teknologi dan semuanya... orang yang kacuk dengan yahudi pun masih pun yahudi, dalam website jewwatch aku check nama pelakon2 holywood yang korang puja mesti tak sangka diorang ini yahudi


Cuba ke Islamwatch.com. Fikir semula, adakah website itu mendokong Islam kerana pada namanya, ia memantau Islam. Menurutnya, ia memantau Islam, tetapi sahihkah semua maklumat yang dipaparkan? Sama boleh dikatakan kepada website sumber kamu.

Tidak semua sumber diinternet menyokong nama yang mereka bawa. Bercampur aduk. Kita kena pandai memilih mana yang sahih mana yang tidak. Pembacaan yang luas membantu.

poloman
31-01-08, 05:00 PM
poloman,
jika kita melihat konteks kafir dari maksud yang kamu beri, maka percayalah, tidak ramai yang kafir. Tidak ada satu manusia di dunia ni yang mahu percaya kepada benda yang salah. Yang ada hanyalah perbezaan dari segi pemahaman. Kita boleh percaya kepada apa sahaja tetapi bila sahaja kita faham sesuatu itu salah, maka kita tidak akan percaya kepada perkara tersebut.
Contoh: Percayakah kita kepada Santa Clause?

Dan kita tidak salah dalam melihat Islam sebagai agama ya. Ini ada dalilnya. "Sesungguhnya agama disisi Allah adalah Islam". Tetapi, silapnya kita dalam berfikir ialah agama itu "sekadar agama".
.

Salam pendeta dan teman teman...

Cuba kita renung kembali apa yg kita faham mengenai kafir.. Statement kamu (pendeta) "maka percayalah, tidak ramai yang kafir" .. seperti yg saya tulis sebelum ini,, jgn tengok mereka.. tengok kita... Adakah kita islam??

Mari kita selami kehidupan kita.. adakah berlandaskan islam maka kita boleh mengaku yg kita islam?

Masihkah kita berbohong?.. bohong sunat sebenarnya tiada dalam istilah islam..
Masihkan kita mengumpat?
Masihkah kita mengutuk, perli, perlekeh org lain?
Masihkah kita bercakap kotor?
Rasuah, riak, takabur, dendam, dengki, khianat, umpat keji, dan macam macam lagi yg tak mampu di tulis di sini lantaran terlalu banyak..

Sekarang kita renung... kita ambil contoh bohong atau tipu.. (sebab ia senang dilakukan).. Allah melarang kita berbohong.. tetapi selalunya bila kita tersepit kita akan berbohong.. Jadi apabila kita berbohong, Adakah kita mengikuti Allah?.. Kalau kita tidak mengikuti Allah, bermakna kita sebenarnya tidak mempercayai Allah.. Walaupun kita berkata atau menyakini dgn hati bahawa kita percayakan Allah, tetapi perbuatan kita menafikannya..

Islam itu sempurna.. perlu ada lafaz, hati dan perbuatan.. jika lafaz dan hati sahaja setuju tetapi perbuatan tidak setuju adakah ia sempurna? Kita ambil contoh monitor yg kita renung sekarang ini.. Sebuah monitor yg berfungsi wajib ada screen, litar electronic yg sempurna dan bekalan elektrik 240V, 50Hz(body tidak wajib bagi monitor berfungsi). Jika salah satu benda wajib itu tiada maka ia tidak akan berfungsi.. tak berguna..

Begitu juga dengan islam, Ia perlu disempurnakan.. wajib bagi kita menyempurnakannya... Kata, hati dan perbuatan perlu seiring.. baru sempurna..

Contoh lagi.. Kalau bos atau majikan kita atau pihak polis atau raja yg melarang kita dari berbuat sesuatu, saya percaya mesti kita akur.. sebabnya mudah kerana kita percaya yg mereka mempunyai kuasa untuk menjatuhkan hukuman ke atas kita. mungkin kita hilang pekerjaan atau di penjara jika engkar.. Tetapi kenapa dengan Allah yg kita percaya bahawa Dia MAHA segala-galanya, kita engkar.. Itu menunjukkan hakikatnya kita tidak mempercayainya secara tidak sedar... Samada sedar atau tidak, output yg diutamakan... keputusannya islam kita tidak sempurna.. Kalau masih belum sempurna, bolehkah kita mengaku kita islam.. kereta asasnya besi.. tetapi selagi besi belum diubah menjadi kereta, ia tidak layak dipanggil kereta..


Jadi kesimpulannya... hanya sedikit sahaja yg islam.. Inilah yg Allah maksudkan dgn surah Al-baqarah ayat 208: " Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama Islam sepenuh penuhnya dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata".

SEPENUH-PENUHNYA (huruf besar ni bukan marah tapi nak highlight saja..) sempurna.. Allah kata lagi.. "dan janganlah kamu mati melainkan dalam islam".. hanya berkata "AHH" kepada orang tua pun sudah engkar kepada Allah apatah lagi berzina, rasuah, bunuh yg seperti "orang Islam" melayu kita buat sekarang.. Sebenarnya yg tersirat (tidak disedari) disebalik perlakuan sebegini ialah mereka tidak percayakan Allah.. Tidak percayakan balasan (akhirat).. malah semua rukun iman mereka tak buat sebenarnya..

Islam ini terlalu indah.. org islam mengamalkan hidup yg indah.. sebab itu Allah menyatakan dalam Al-quran bahawa di syurga penghuninya akan sentiasa mendengar kata kata "salam".. tiada umpat keji, dengki khianat, kutukan dan lain lain lagi kerana mereka terlatih di dunia.. fikir-fikirkanlah... Sebenarnya terlalu banyak orang yg mengaku islam tetapi hakikatnya mereka tidak islam... bagaimana dgn kita..? Cerminlah diri kita...


Berkenaan agama pula.. Saya setuju.. memang tidak salah kita melihat islam sebagai agama.. sebab hakikatnya islam adalah agama.. tetapi pandangan kita berkenaan agama itu silap.. sebab kita memisahkan agama dengan hidup...

salam...

mnajem
31-01-08, 11:16 PM
ish kamu ni. Ada ke aku kata macam tu? dhimmi kah mereka yang perangi kita atas sebab agama? salah tu bro, kafir harbi yang kita perangi sebab agama. Harbun=perang,war. Mari kita lihat pendapat saudara pendeta,berdasarkan ayat quran berikut;
baqarah (2:82) dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. An nisaa' (4:57) dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. An nisaa' (4:122) orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan kami masukkan kedalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada allah an nisaa' (4:124) barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. Al a'raaf (7:42) dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal didalamnya. Hud (11:23) sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh dan merendahkan diri kepada tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya. Yunus (10:9) sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh tuhan mereka karena keimanannya, dibawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan. Ar ra'd (13:29) orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. Ibrahim (14:23) dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya dengan seizin tuhan mereka.ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam". iman+amal=syurga iman+tanpa amal=iman? tak beriman+beramal=syurga? ;)
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً "dan kami akan hadapi semua amal yang pernah mereka amalkan (sewaktu di dunia) kemudian kami jadikan amal-amal itu sia-sia seperti debu-debu yang beterbangan." (qs. Al furqan: 23) amal seperti debu=masuk syurga?
"artinya : orang-orang yahudi berkata: "uzair itu putra allah" dan orang nasrani berkata: "al masih itu putra allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. dilaknati allah-lah mereka;bagaimana mereka sampai berpaling?. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al masih putra maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah tuhan yang maha esa; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain dia. Maha suci allah dari apa yang mereka persekutukan" [at taubah : 30-31] erm... Allah dah kata gitu,kenapa kita nak backing mereka lagi?
"artinya : sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : 'sesungguhnya allah itu ialah al masih putra maryam". [al maidah:17] "artinya : sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "bahwasanya allah salah satu dari yang tiga" [al maidah:73] "artinya : sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka *******.." [al bayyinah : 6] wallahu'alam.

Humairah
01-02-08, 06:04 AM
Aku yakin hanya Islam sahaja agama yg benar dan diredhai ALLAH...cuma aku bimbang sbb tak dpt main peranan untuk berdakwah pd "mereka" yg lain (non muslim) kerana kedangkalan ilmu.

Kalau aku dah berdakwah secara berhikmah dan ditolak...boleh lah aku berpegang "Untuk aku agamaku, untuk kamu agama kamu". Selagi tak diperangi oleh mereka, muamalah dan hak mereka akan aku terus hormati....erm....

Nak menghukum org lain rasanya aku tiada hak sbb kadang2 pengikut agama lain punyai akhlak dan cara hidup yg lebih bersistematik ( selari dgn ISLAM).....cuma masalah akidah shj...

Masalah akidah pula...mungkin kerana tiada pendedahan (ilmu) dan juga kerana akhlak buruk org muslim sendiri.

Ni pandangan general aku dalam isu ini.

p/s; mungkin hr ini mereka masih bukan ISLAM, tapi kerana berkat kesabaran pendakwah dan juga usaha mereka mencari kebenaran....akhirnya mereka jd saudara kita...siapa tau erk?....:) WA

Pendeta
06-02-08, 05:28 AM
salah tu bro, kafir harbi yang kita perangi sebab agama. Harbun=perang,war. Mari kita lihat pendapat saudara pendeta,berdasarkan ayat quran berikut; iman+amal=syurga iman+tanpa amal=iman? tak beriman+beramal=syurga? ;) amal seperti debu=masuk syurga? erm... Allah dah kata gitu,kenapa kita nak backing mereka lagi? wallahu'alam.


Err, aku rasa betul la apa aku cakap. Aku kata "dhimmi kah mereka yang perangi kita atas sebab agama?". Jawapannya tidak. My point stands.

Masuknya seseorang manusia itu ke dalam syurga, bukan kerana iman dan amal. Sebesar mana iman dan sebanyak mana amal takkan mampu membeli syurga Tuhan. Tetapi masuknya seseorang itu ke dalam syurga kerana rahmat dan belas Tuhan (God's mercy).

Ini kata Nabi kita.

“Not one of you will enter Paradise by his deeds alone.’ They asked, ‘Not even you, O Messenger of God?’ He said, ‘Not even me, unless God covers me with His grace and mercy.” (Saheeh Muslim)

“If mankind were not to commit sins, God would create other creatures who would commit sins, then He would forgive them, for He is Oft-Forgiving, Most-Merciful.” (Al-Tirmidhi, Ibn Majah, Musnad Ahmed)


Dan dalam Qur'an:

“Say, ‘O My servants, who have transgressed against their souls! Despair not of the Mercy of God: for God forgives all sins, for He is Oft-Forgiving, Most-Merciful.’” (Quran 39:53)

Jadi, adakah kita semua ni Tuhan, sampai kita tahu dengan siapa Tuhan akan berbelas, dengan siapa tidak? Bukan Islam yang lahir dalam dekat Burma nun, ada masa ke nak belajar pasal Islam? Tak adakah belas Tuhan untuk mereka ni? Kita tak boleh samakan kita yang ada luxury atau "kemewahan" belajar Islam dengan bebas dengan mereka yang tak ada peluang. Yang pasti, dah tentunya kita tidak tahu hujung setiap manusia itu syurga atau neraka, waimma Islam sekalipun. Lain orang, lain ujiannya, dan rahmat Tuhan tu ada.

poloman
06-02-08, 10:42 AM
Masuknya seseorang manusia itu ke dalam syurga, bukan kerana iman dan amal. Sebesar mana iman dan sebanyak mana amal takkan mampu membeli syurga Tuhan. Tetapi masuknya seseorang itu ke dalam syurga kerana rahmat dan belas Tuhan (God's mercy).

Inilah yg dikatakan halusnya iman itu.. halus di sini bukan bermakna sikit tetapi bermakna terlalu banyak cabangnya.. ia perlu diperhalusi..

Jika kita beriman kepada Allah bermakna segala kata kataNya perlu juga kita imani (percaya) dgn haq. Jika tidak bermakna kita masih belum beriman sepenuhnya kepadaNya.. Baik, kita tengok pada ayat Al-quran surah An-nisaa ayat 122;

"Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, Kami akan masukkan mereka ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, sebagai janji Allah yang benar dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?"

Berdasarkan ayat di atas memang telah terang dinyatakan Allah bahawa sesiapa yg beriman dan beramal soleh pasti akan masuk syurga.. itu adalah janji Allah.. dan janji Allah adalah benar.. Allah MAHA menunai janjiNya.. Bila kamu (pendeta) kata "Masuknya seseorang manusia itu ke dalam syurga, bukan kerana iman dan amal", aku tak setuju kerana telah dinyatakan Allah melalui keratan ayat di atas.. Tapi aku setuju bila kamu kata sebesar mana iman dan amal tidak mampu membeli syurga.. Sebab Allah telah nyatakan bahawa syurga itu tidak ternilai harganya.. walaupun dikumpulkan seluruh kekayaan dunia dan digandakan sekali lagi masih tidak mampu membeli syurga..

Memang "Allah berbuat sekehendaknya".. Dia boleh memasukkan semua orang yg beriman dan beramal soleh jika Dia mengkehendaki sedemikian.. Tidak ada sesuatupun yg dapat menghalangNya walaupun seorang Nabi atau malaikat atau Al-quran... Itu yg dimaksudkan MAHA.. melampaui segalanya.. tiada sempadan... Bersyukurlah kita kerana Allah itu maha baik, maha pengasih, maha penyayang dan maha menunai janji.. Apabila Allah berjanji maka PASTI akan ditunaikanNya.. ini adalah cabang beriman kepada Allah (baru rukun iman yg pertama), pecaya bahawa janji Allah pasti akan ditunaikan walaupun Dia boleh berbuat sebaliknya..

Berkenaan dengan org pedalaman Burma ke.. org antartika ke.. atau org yg tidak mempunyai kemewahan utk mengaji, Allah telah buktikan bahawa bukan sekolah atau surau atau university atau apa sahaja kemudahan yg membolehkan seseorang itu beriman kepada Allah.. Ada golongan yg mempunyai segalanya malah sampai melimpah ruah tetapi dia tetap kafir terhadap Allah..

poloman
06-02-08, 10:42 AM
Kita tengok sejarah nabi Ibrahim.. Zaman dia tidak ada apa yg boleh di katakan teknologi kecuali pahat, penukul, dan beberapa keperluan yg sangat asas. Dia tiada guru yg boleh mengajarnya.. tetapi bagaimana dia boleh mempunyai keimanan yg begitu tinggi terhadap Allah sehingga Allah golongkan dia sebagai antara yg paling disayangiNya? Kalau kita tengok dalam Al-quran, cara Nabi Ibrahim beriman ialah melalui akan fikiran yg Allah telah kurniakan kepada dia sama seperti semua umat manusia termasuk yg berada di antartika.. Dia tiada ilmu sains atau astrology atau perubatan atau apa saja ilmu sebelumnya..

Ayahnya pengukir berhala.. dia cuma bermula dengan berFIKIR.. "kenapa mereka menyembah sesuatu yg mereka sendiri membuatnya?" kemudian dia melihat bintang, bulan, matahari dan semua kejadian yg Allah sediakan kepada manusia untuk menyatakan akan kewujudanNya.. bulan, bintang, matahari yg Nabi Ibrahim tengok, kaji, suluh, renung, hayati itu adalah sama seperti yg kita tengok sekarang.. sama seperti yg org antartika tengok sekarang.. persoalannya, kenapa kita yg hidup di zaman yg serba canggih tidak mampu berfikir sebagaimana nabi ibrahim berfikir..? sebab itu Allah kata dalam Al-quran "beruntunglah orang yg menggunakan akan fikiran"

Mungkin kita akan kata "Dia takpa la.. dia Nabi.. manusia yg diangkat oleh Allah.. kita ni manusia biasa".. Pernahkah kita terfikir, kenapa Allah lantik nabi dari golongan manusia sendiri?

Al-furqan, ayat 20 "Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu melainkan orang-orang yang tentu makan minum dan berjalan di pasar-pasar dan Kami jadikan sebahagian dari kamu sebagai ujian dan cubaan bagi sebahagian yang lain, supaya ternyata adakah kamu dapat bersabar? Dan (ingatlah) adalah Tuhanmu sentiasa Melihat. "

dan Allah berkata lagi " sesungguhnya pada Muhammad itu ada suri tauladan yang terbaik" dalam surah lain..

Allah buat sedemikian supaya kita dapat ikut jadi seperti mereka (bukannya jadi nabi, tetapi sampai tahap keimanan, ketakwaan, tawakal dan beramal soleh seperti mereka) sebab mereka juga perlu makan macam kita.. mereka juga berjalan macam kita bukannya terbang..

Kalau Nabi Ibrahim dalam zaman yg serba mundur (tiada teknologi) boleh menjadi kesayangan Allah apatah lagi kita zaman sekarang walaupun duduk di antartika..

Kalau nak bercerita tentang peluang belajar dengan bebas.. zaman Rasullullah, mereka belajar secara sembunyi-sembunyi.. waktu malam.. masa orang tidur.. lagi tak bebas.. bila tau belajar aje dah dihempap batu atas dada di tengah padang pasir..

Sebenarnya, kita tiada ruang sedikitpun untuk menyatakan Allah itu tidak adil sebab melahirkan mereka nun jauh di pedalaman burma.. Allah telah menyediakan segalanya.. kejadian alam semesta, kejadian kita, sejarah org terdahulu dan segala galanya walaupun seekor kuman adalah untuk kita dalam membina keimanan kita terhadap Allah.. Ini adalah juga cabang beriman kepada Allah (baru rukun iman yang pertama).. percaya bahawa Allah itu adil dalam menyediakan segalanya kepada kita, cukup untuk kita mengimaninya.. cukup untuk kita menyatakan bahawa "Tiada tuhan melainkan Allah"

Bersyukurlah sebanyak banyaknya kerana kita mempunyai berbagai kelebihan.. gunakanlah ianya sebaik mungkin untuk membina keimanan kita terhadap Allah..

mnajem
06-02-08, 10:57 AM
aku rasa persoalan pokok dalam hal ini ialah:

Adakah orang yang tidak menerima hidayah akan masuk neraka? (sebab masalah jarak,takde mubaligh/pendakwah sebab sibuk online Bincang.net etc)

tapi bukannya

Adakah orang Kristian/Yahudi/Atheis/Animisme yang menolak/ingkar/menentang ajaran Islam akan punya masuk syurga

Pendeta
06-02-08, 02:33 PM
Salam semua.

Terima kasih poloman dan mnajem. Saya cuba balas satu persatu.

poloman.
Saya bukan mendesak sesiapa pun untuk menerima pandangan saya, tetapi terima kasih kerana tidak memetik kata - kata saya diluar konteks.

Tapi, mari kita lihat dan fikir secara objektif. Apa sebenarnya yang membolehkan seseorang itu memperoleh syurga? Dari permukaannya, kita ada:
1. Iman dan amal.
2. Janji Allah kerana belas dan rahmat Nya.
Satu dari dua sebab ini lebih berat dari yang satu lagi, iaitu ia boleh menafikan yang satu lagi degan muktamad.

Jika kerana iman dan amal, maka terjaminlah syurga, maka tidak perlulah Allah berjanji, betul? Ini bermakna iman dan amal tidak memadai. Tetapi ia menjadi satu faedah kepada kita, kerana Allah telah berjanji syurga adalah untuk sesiapa yang beriman dan beramal. Jika tidak kerana janji ini, jika tidak kerana belas ini, maka tiadalah syurga untuk kita yang beriman dan beramal, betul? Oleh itu, perkara yang muktamad yang menjamin syurga Allah ialah belas Allah itu sendiri. Inilah intipantinya bila saya katakan apa yang saya katakan sebelum ini.

Dan jika kita lihat perihal iman, ia sangat luas. Kita lihat secara asas, kenapa bukan hak kita, tetapi Allah yang menentukan samada seorang Islam, Kristian, Yahudi, Atheist, apa sahaja pegangannya, akan mendapat belas Nya.

Sila ingat, contoh ini tertakluk kepada janji Allah yang kita perbincangkan, dan hal sebenar adalah jauh lebih sulit dari ini. Saya akan ilustrate contoh - contoh.

1. Seorang lelaki, Benjamin Cohen, lahir di dalam keluarga Yahudi pada tahun 1980, dibesarkan dan didoktrin dengan fahaman Yahudi. Dia percaya Tuhan itu satu, percaya kepada hari akhirat, dan dia mengamalkan setiap ajaran Yahudi, dan dia percaya agamanya tulen kerana dia bersangka baik Tuhan tidak akan mempersia - siakan Taurat yang diberi kepada Musa dengan membiarkan ia dialih maksud. Dia juga beramal mengikut agamanya. Dia tidak menerima Kristian kerana menurutnya, berdasarkan kitab Taurat, Isa bukanlah al-Masih yang dijanjikan kerana Isa tidak mewujudkan (establish) kerajaan Tuhan (Kingdom of God), dan tidak semua Yahudi yang ada hari ini tahu isi kandung Taurat tanpa membaca. Dia juga percaya Injil yang turun mengubah isi kandungan Taurat. Apabila dia menolak Kristian, maka lebih sukar dia hendak menerima Islam yang mengaku Isa adalah al-Masih. Ini adalah kepercayaan seikhlas hati beliau.

2. Jack Wyatt adalah seorang Kristian. Dia percaya Isa adalah Son of the Living God The Father, Tuhan yang menjelmakan diri sebagai manusia (Isa dan Tuhan adalah satu, bukan "anak" sebagaimana hubungan bapa dan anak dalam sebuah keluarga; bersama Holy Spirit). Dia percaya Injil tidak memansuhkan Taurat seperti yang dipercayai Cohen, tetapi sebagai satu "fulfillment" ramalan Taurat. Dia juga beramal mengikut apa yang dia percaya sebagai ajaran sebenar Isa/Jesus. Dia tahu menurut Injil, akan ada utusan Tuhan selepas Isa, tetapi dia juga mengikut tuntutan Injilnya supaya berhati - hati dengan nabi - nabi palsu. Ini menyebabkan dia skeptik terhadap Islam. Tambahan pula satu - satunya indikasi yang terdapat didalam Injilnya bahawa nabi berikutnya adalah yang sebenar adalah jika kitab dan ajaran yang dibawa tidak mengingkari dan berbeza dengan ajaran Isa dan Injil. Dan bila beliau membaca al-Qur'an, dia mendapati ia bercanggah dengan Injilnya. Ini juga adalah kepercayaan seikhlas hatinya.

3. Tareeq, Abdeh dan Azman, ketiga - tiganya Muslim, tetapi seorang menolak hadith, seorang pengikut syiah dan seorang lagi adalah Ahli sunnah. Ketiga - tiga mereka percaya bahawa mereka adalah betul dan yang lain adalah salah, terpesong, murtad etc dan mereka semua ada sebab yang tersendiri yang kukuh, tetapi bottom line ialah mereka percaya kepada Allah, menerima Isa sebagai al-Masih, dan Muhammad sebagai nabi yang terakhir dan mereka semua beriman kepada hari kiamat dan beramal baik mengikut apa yang mereka percaya.

4. Edward percaya kepada satu Tuhan, tetapi menolak idea "agama" kerana ia mencipta dinding sesama manusia dan adalah punca kepada perperangan seperti yang tercatat didalam sejarah. Dia berbuat baik mengikut apa yang dirasakan baik dan cuba sebaik mungkin tidak menyakiti manusia lain.

5. Irene menolak idea Tuhan sekaligus, kerana pada dia, tidak ada sebab atau bukti kukuh Tuhan itu wujud. Dia juga merasakan setiap agama yang mengajarkan konsep syurga dan neraka adalah kejam kerana kebaikan atau kesilapan yang dilakukan semasa hayat 60 atau 80 tahun tidak wajar dibalas dengan azab seksa selama - lamanya. Dia merasakan Tuhan seperti yang digambarkan tidak masuk akal, dan dia mengatakan "jika ada Tuhan sekalipun, inilah hasil pemikiran dari akal yang diberi sendiri oleh Tuhan kepadanya, jadi bukan salah dia jika akhirnya dia menolak idea wujudnya Tuhan". Secara amnya juga, Irene adalah seorang yang baik, berbuat kerja amal dan sering mengikut skuad - skuad perubatan ke negara - negara yang memerlukan bantuan.

Persoalannya, antara kelima - lima situasi ini, semuanya percaya apa yang mereka percaya adalah betul. Selain Irene, mereka yang lain jika dilihat, boleh menuntut janji Allah tersebut, kerana mereka percaya Tuhan itu satu tidak kiralah apa nama yang diberikan, dan mereka berbuat baik. Adakah mereka ini tidak tertakluk didalam perjanjian Allah? Siapa yang berhak menentukan siapa yang patut dibelas kasihan, siapa yang tidak? Jadi, bagaimana kita boleh begitu yakin mengatakan jika beriman, maka syurga? Jika ditanya kepada syiah, merekalah ahlinya, jika ditanya kepada anti-hadis juga sama jawapannya, sama kepada yang lain - lain. Siapa yang tahu siapa yang benar?

Jawapannya hanya Allah.

Jika kita tidak tahu, maka disinilah kita patut mula berasa takut kepada Allah, takut jika kita sendiri tidak dibelas, kerana kita tidak tahu apakah ketentuanNya untuk kita sendiri dan orang lain. Dan jika bukan tempat kita untuk mengadili perkara semudah ini, sila ingat bahawa realitinya ia lebih susah. Ini tujuan saya mulakan thread ini dengan artikel yang saya tampalkan.

mnajem,
Saya tak nafi soalan yang saudara kemukakan memang timbul. Tetapi saya tidak rasa ia dibawah bidang kuasa kita untuk membincangkannya, walaupun banyak sumber yang lantang berkata - kata sedemikian. Saya percaya lantangnya sesuatu suara tidak menentukan kebenaran kata - katanya.

Dan sebagai penutup post ini, saya katakan God knows Best.

Wassalam.

poloman
11-02-08, 03:27 PM
Salam..


Salam semua.

Persoalannya, antara kelima - lima situasi ini, semuanya percaya apa yang mereka percaya adalah betul. Selain Irene, mereka yang lain jika dilihat, boleh menuntut janji Allah tersebut, kerana mereka percaya Tuhan itu satu tidak kiralah apa nama yang diberikan, dan mereka berbuat baik. Adakah mereka ini tidak tertakluk didalam perjanjian Allah? Siapa yang berhak menentukan siapa yang patut dibelas kasihan, siapa yang tidak? Jadi, bagaimana kita boleh begitu yakin mengatakan jika beriman, maka syurga? Jika ditanya kepada syiah, merekalah ahlinya, jika ditanya kepada anti-hadis juga sama jawapannya, sama kepada yang lain - lain. Siapa yang tahu siapa yang benar?

Jawapannya hanya Allah.

.

Kita perlu memahami apa itu iman.. memahami secara mendalam akan maksudnya... Secara asasnya jika kita bercakap tentang iman, kita akan merujuk kepada rukun iman..

Cuba kita perhatikan secara mendalam akan rukun rukun tersebut.. rukun iman ini tidak boleh berdiri sendirian (stand alone).. ia perlu ada kesinambungan.. Jangan kita kata dengan hanya menyatakan kita percaya akan tuhan yang satu maka kita telah beriman.. konsep itu salah bagi aku.. Cuba kita kaji kenapa ia dikatakan salah..

Beriman kepada Allah
Beriman kepada malaikat
beriman kepada kitabullah
Beriman kepada Nabi/Rasul
Beriman kepada Qada & qada
Beriman kepada Hari khimat

Jika kita melengkapi rukun rukun tersebut barulah kita di katakan beriman.. sebab itu ia di panggil rukun.. perkara yang wajib ada..

Baik kita lihat kepada golongan golongan yg kamu katakan sebelum ini. Semuanya berkata (kecuali Irene) mereka beriman kepada Allah (tuhan yang satu). Itu kata mereka, tetapi hakikatnya mereka tidak beriman pun terhadap Allah.. Kenapa?

poloman
11-02-08, 03:27 PM
Pemahaman tentang iman ini terlalu penting..Ini yang cuba aku tekankan dalam thread "iman dan Islam".. Adakah kita boleh mengaku kita beriman kepada Allah sedangkan kita tidak mempercayai atau mengiktiraf perlantikkanNya? Atau kita menolak mentah mentah ayat ayatNya? Ini yang dikatakan "Islam" memandang kepada kesempurnaan.. Jika kita buat satu dan tinggalkan yang lain sebenarnya kita tidak pernah melakukan apa apa pun.. Mereka tetap tidak beriman kepada Allah kerana mereka tidak pernah menyempurnakan "beriman kepada Allah" itu sendiri.. Allah lantik Nabi mereka tak iktirafkannya.. Allah turunkan ayat ayat mereka menafikannya.. Allah perakui Islam mereka menolaknya... ini yang dikatakan beriman kepada DIA?

Kita ambil perumpamaan yang mudah.. boleh tak kita kata kita anak yang baik yg sangat rapat, memahami dan amat percayakan ibu kita sedangkan makanan dia kita ragui (beracun) lalu kita tidak pernah menjamahnya, kita tidak pernah tidur di atas tikar yg dibentangnya lantaran takut ada perangkap.. logikkah benda ini berlaku..? Kita kata kita percayakannya tetapi kita membangkangnya?

Cuba renungi secara lebih mendalam.. Jangan kita melihat beriman kepada Allah dengan pandangan yang sehala atau sebaris atau mendatar.. Lihatlah ia dari segenap penjuru.. Jika kita renungkan sedemikian (segenap penjuru) nescaya kita akan dapat melihat bahawasanya mereka yang kamu sebutkan itu termasuk syiah dan antihadis tidak berimanpun kepada Allah.. Syiah tidak mempercayai (walaupun ucapan dibuat tetapi perlakuan menafikannya) qada dan qada Allah dan Antihadis tidak mempercayai kata kata Nabi yang dilantik Allah.. Bahkan kita pun belum tentu beriman.. Surah Al-Ankabut ayat 2, "Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: Kami beriman, sedang mereka belum diuji "

Kita dari manusia yg SATU, Agama kita SATU kerana ALLAH itu SATU (esa).. Allah tidak pernah mengakui agama yg lain dari islam.. Agama Nabi-nabi terdahulu ialah proses untuk menyempurnakan islam dan sebelum diperakui islam, agama Para Nabi dipanggil agama Tauhid... agama yang mengtauhidkan Allah...

Sebenarnya perkara ini terlalu mudah untuk dibahaskan.. Kuncinya kenal Allah dahulu dengan sebenar-benar kenal.. Sebenarnya kita (melayu yang islam baka yang mengaku beriman kepada Allah ni) kebanyakkannya tak tahu apa-apapun.. usahlah menipu diri sendiri.. zat dan sifatpun belum tentu kita faham.. (kebanyakkannya lah.. aku bukan nak mengata kamu, pendeta)

TAK KENAL MAKA TAK CINTA...

mnajem
11-02-08, 03:32 PM
Abu Talib pakcik Baginda Muhammad SAW tak masuk Islam kan, tapi banyak bantu baginda.

Anda sekalian tahu kan apa balasan buruk yang dijanjikan kepada pakcik Baginda tu?

Pendeta
11-02-08, 05:40 PM
Salam..



Kita perlu memahami apa itu iman.. memahami secara mendalam akan maksudnya... Secara asasnya jika kita bercakap tentang iman, kita akan merujuk kepada rukun iman..

Cuba kita perhatikan secara mendalam akan rukun rukun tersebut.. rukun iman ini tidak boleh berdiri sendirian (stand alone).. ia perlu ada kesinambungan.. Jangan kita kata dengan hanya menyatakan kita percaya akan tuhan yang satu maka kita telah beriman.. konsep itu salah bagi aku.. Cuba kita kaji kenapa ia dikatakan salah..

Beriman kepada Allah
Beriman kepada malaikat
beriman kepada kitabullah
Beriman kepada Nabi/Rasul
Beriman kepada Qada & qada
Beriman kepada Hari khimat

Jika kita melengkapi rukun rukun tersebut barulah kita di katakan beriman.. sebab itu ia di panggil rukun.. perkara yang wajib ada..

Baik kita lihat kepada golongan golongan yg kamu katakan sebelum ini. Semuanya berkata (kecuali Irene) mereka beriman kepada Allah (tuhan yang satu). Itu kata mereka, tetapi hakikatnya mereka tidak beriman pun terhadap Allah.. Kenapa?

Mmm...Untuk kali ini, saya tidak setuju. :peace:
Apa yang saudara lakukan ialah mengukur mereka dengan standard kita. Secara jujur, adakah adil seorang Muslim diukur dengan kayu ukur Kristian? Pada saya, tidak adil. Saudara bagaimana? This is the thumb rule: treat others how you want to be treated. Jesus A.S said it, Muhammad S.A.W said it.

Pada saya, jika dikatakan mereka itu tidak Islam, maka ia sangat tepat. Tetapi saudara mengukur "iman" mereka mengikut definisi Islam sahaja, yang mana jika perlu saya sebutkan, tidak semua yang menolak kebenaran itu tahu yang ditolak itu ialah kebenaran. Ini benar dalam semua perkara.

Tidak semua golongan syiah menolak ahli sunnah tahu ahli sunnah adalah golongan yang "betul". Sama sebaliknya. Begitu juga dengan Yahudi dan Kristian sekarang, dan mungkin agama - agama lain.

Logiknya ialah, jika kita mengaku Muslim Ahli-Sunnah, maka enam perkara tersebut wajib diimani. Logik ini tidak boleh diaplikasikan kepada bukan Muslim Ahli-Sunnah. Jika saudara ada membuat pengaturcaraan, syntax untuk C++ tidak boleh digunapakai kepada Java. Keperluan asas untuk Windows XP adalah tidak cukup untuk Windows Vista. Dan ini jauh dari menentukan samada sesebuah program yang dihasilkan dari C++ atau Java itu tidak baik. Juga jauh dari mengatakan Windows XP adalah lebih inferior dari Windows Vista. Ini semua berbalik kepada bagus atau tidak pengguna perkara - perkara ini.

Itu intipati artikel yang saya sertakan. If you are going to use VB or Java or C, fact that matter is how good you are at following the discipline of the language you chose for yourself. A C++ user can come up with a program that is just as superior as Java.

Kata artikel tersebut, jika anda mengaku Kristian, maka sejauh mana anda hidup berdasarkan "kebenaran" tersebut. Jika Islam, maka sama juga. What "truth" is in our perception is important, but what's more important is how we abide by it. Jadi, dengan pendapat begini, maka saya bersetuju falsafah saudara: tidak semua Melayu Islam baka itu kenal dan cinta agama mereka. We claim to profess in a belief but our actions betray that belief. it's what we train ourselves and our children to do. We believe in religion that supports "a person is not superior because he's Arab, but because of his taqwa", but "we" support the notions of inequalities in ruling policies. Ironic!


Pemahaman tentang iman ini terlalu penting..Ini yang cuba aku tekankan dalam thread "iman dan Islam".. Adakah kita boleh mengaku kita beriman kepada Allah sedangkan kita tidak mempercayai atau mengiktiraf perlantikkanNya? Atau kita menolak mentah mentah ayat ayatNya? Ini yang dikatakan "Islam" memandang kepada kesempurnaan.. Jika kita buat satu dan tinggalkan yang lain sebenarnya kita tidak pernah melakukan apa apa pun.. Mereka tetap tidak beriman kepada Allah kerana mereka tidak pernah menyempurnakan "beriman kepada Allah" itu sendiri.. Allah lantik Nabi mereka tak iktirafkannya.. Allah turunkan ayat ayat mereka menafikannya.. Allah perakui Islam mereka menolaknya... ini yang dikatakan beriman kepada DIA?

Kita ambil perumpamaan yang mudah.. boleh tak kita kata kita anak yang baik yg sangat rapat, memahami dan amat percayakan ibu kita sedangkan makanan dia kita ragui (beracun) lalu kita tidak pernah menjamahnya, kita tidak pernah tidur di atas tikar yg dibentangnya lantaran takut ada perangkap.. logikkah benda ini berlaku..? Kita kata kita percayakannya tetapi kita membangkangnya?

Cuba renungi secara lebih mendalam.. Jangan kita melihat beriman kepada Allah dengan pandangan yang sehala atau sebaris atau mendatar.. Lihatlah ia dari segenap penjuru.. Jika kita renungkan sedemikian (segenap penjuru) nescaya kita akan dapat melihat bahawasanya mereka yang kamu sebutkan itu termasuk syiah dan antihadis tidak berimanpun kepada Allah.. Syiah tidak mempercayai (walaupun ucapan dibuat tetapi perlakuan menafikannya) qada dan qada Allah dan Antihadis tidak mempercayai kata kata Nabi yang dilantik Allah.. Bahkan kita pun belum tentu beriman.. Surah Al-Ankabut ayat 2, "Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: Kami beriman, sedang mereka belum diuji "

Kita dari manusia yg SATU, Agama kita SATU kerana ALLAH itu SATU (esa).. Allah tidak pernah mengakui agama yg lain dari islam.. Agama Nabi-nabi terdahulu ialah proses untuk menyempurnakan islam dan sebelum diperakui islam, agama Para Nabi dipanggil agama Tauhid... agama yang mengtauhidkan Allah...

Sebenarnya perkara ini terlalu mudah untuk dibahaskan.. Kuncinya kenal Allah dahulu dengan sebenar-benar kenal.. Sebenarnya kita (melayu yang islam baka yang mengaku beriman kepada Allah ni) kebanyakkannya tak tahu apa-apapun.. usahlah menipu diri sendiri.. zat dan sifatpun belum tentu kita faham.. (kebanyakkannya lah.. aku bukan nak mengata kamu, pendeta)

TAK KENAL MAKA TAK CINTA...

Inilah sebabnya saya tidak letakkan kepada dan menegah manusia untuk menentukan samada seseorang manusia itu ke neraka atau syurga. Jika Nabi Musa pernah berpesan akan datang seorang al-Masih, baginda terangkan ciri - cirinya, maka salahkah mereka yang menolak Nabi Isa kerana berdasarkan "pemahaman" mereka, Nabi Isa tidak layak digelar al-Masih? Jika Nabi Isa ada berpesan akan datang seorang Nabi selepasnya, tetapi berhati - hatilah dengan nabi - nabi palsu sekalipin mereka pertunjukkan keajaiban atau "mukjizat", kerana mungkin Iblis membantunya; maka dimana salahnya pengikut Nabi Isa ini? Perlu diingat bukan semua Kristian percaya Jesus/Nabi Isa ialah anak Tuhan, tetapi masih menolak kerasulan Baginda S.A.W.

Sama juga kepada Muslim. Kita diingatkan agar jangan mengubah ajaran Islam. Tetapi dizaman khulafa ar-Rasyidin, tidak ada kitab Bukhari dan Muslim. Anti-hadiskah mereka yang terdahulu ni? Dan datangnya Nabi Isa nanti, jizyah akan dihapuskan selepas Dajal dipancung. Bagaimana mahu kita kenali yang datang itu ialah baginda? Bagaimana kita boleh yakin inilah orangnya yang akan kita hantar untuk mewakili Muslim seluruhnya mendampingi al-Mahdi? Kita tidak ada petunjuk yang lebih jelas. Kita tidak ada ketua yang boleh mengesahkan secara terus dengan Tuhan betul salahnya letak iman kita. We simply believe. If we are the ones doing the believing, then leave the judging to God.

Tidak semestinya saya percaya apa yang saya letakkan, tetapi kita lihat kepada hujah anti-hadis kenapa mereka menolak hadis (JANGAN BACA JIKA TIDAK PERLU):



Repeatedly, the Quran employs "the double negative" to emphasize that Muhammad had NO function EXCEPT delivering Quran:
"You have NO duty EXCEPT delivering (Quran)"(42:48)
"Your ONLY duty is delivering (Quran), while we will call them to account." (13:40)
"The messenger has NO function EXCEPT delivering (Quran) and God knows whatever you declare, as well as whatever you conceal. Say, 'The good and the bad are not the same, despite the abundance of the bad.' Therefore, you shall observe God, O you who possess intelligence, that you may succeed." (5:99-100)
Unfortunately, those who refuse to believe that Quran is the ONLY SOURCE OF RELIGIOUS GUIDANCE are much more abundant than those who believe. (see also 16:35, 82; 24:54; 29:18; 36:17; & 64:12)
MUHAMMAD DOES NOT EXPLAIN, INTERPRET,
OR ANTICIPATE QURAN; JUST DELIVER & FOLLOW.
Hadith & Sunna advocates claim that Hadith & Sunna are needed to explain Quran. However, Quran teaches that God is the teacher of Quran; that God will put Quran into the hearts of believers regardless of their mother tongue; and that Muhammad will not explain Quran. Documents are shown below:
"God is the teacher of Quran." (55:1-2)
"Whether it came down in nonArabic or Arabic, say, 'For those who believe, it is a guidance and healing. As for the disbelievers, they will be deaf and blind to it.'" (41:44)
"Do not move your tongue (O Muhammad) in anticipation of Quran. It is we who put it together as a Quran. Once we recite it, you shall follow it. Then, it is we who explain it." (75:16-19)

"If Quran is complete and fully detailed (as God says), where can we find the details of Salat prayers?"
This famous question reveals their total ignorance of Quran and a subconscious effort to prove that God is wrong in His repeated assertions that Quran is "complete" and "fully detailed."
For the Quran teaches in no uncertain terms that Abraham is the founder of Islam as it is practiced today. As such, what did Abraham contribute to our daily life as Muslims?
The Quran teaches that ALL RELIGIOUS PRACTICES IN ISLAM (Salat, Zakat, Fasting & Hajj) CAME TO US FROM ABRAHAM, GENERATION AFTER GENERATION.
Thus, Islam in its final form, as is practiced today, is based on two things: (1) QURAN: contributed through Muhammad, and (2) RELIGIOUS PRACTICES: through Abraham.
ALL RELIGIOUS PRACTICES IN ISLAM EXISTED BEFORE MUHAMMAD.
Muhammad's SOLE FUNCTION was to deliver Quran (see Pages 3033).
ABRAHAM: THE FOUNDER OF ISLAM
Abraham was the first recipient of the concept of ISLAM, and the first user of the word "MUSLIM" (see 2:131).
"You shall strive in the cause of God as you should. He has blessed you, and imposed no hardship in your religion; the RELIGION OF YOUR FATHER ABRAHAM. Abraham is the one who named you 'Muslims' in the beginning. Thus, the messenger serves as witness among you, just as you serve as witnesses among the people. Therefore, you shall observe the Salat prayers, give the Zakat charity, and hold fast to God; He is you Lord; the best Lord, and the best supporter." (22:78)
Thus, if Abraham is the founder of Islam, did he contribute anything to our Islamic life?
The answer is: "YES; he contributed THE RELIGIOUS PRACTICES (Salat, Zakat, Fasting, & Hajj)."
ISLAM IS THE RELIGION OF ABRAHAM
While Muhammad's mission, sole mission, was delivering Quran, ALL RELIGIOUS PRACTICES CAME THROUGH ABRAHAM.
"They said, 'Be you Jews or Christians in order to be guided.' Say, 'We follow the religion of Abraham, monotheism; he never was an idolworshiper.'" (2:135)
"Abraham was neither Jewish, nor Christian; he was a monotheist; a Muslim; he never was an idolworshiper. The people most worthy of following Abraham are those who followed him, and this prophet (Muhammad), and those who believed. God is the Lord of the believers." (3:6768)
MUHAMMAD WAS A FOLLOWER OF ABRAHAM
"Then we inspired you (O Muhammad) to follow the religion of Abraham, monotheism; never was he an idolworshiper." (16:123)
Logically, if Muhammad was a follower of Abraham, and we are followers of Muhammad, then we are followers of Abraham. What did we learn from Abraham???
The Quran teaches that we learned all the religious practices of Islam from Abraham. This includes Salat, Zakat, fasting, and Hajj.
Therefore, ISLAM IS BASED ON TWO THINGS:
(1) QURAN: THROUGH MUHAMMAD
(2) RELIGIOUS PRACTICES: VIA ABRAHAM
SALAT PRACTICED BY MUHAMMAD'S OPPONENTS
The whole Arabian society before and during the time of Muhammad followed the religion of Abraham. Thus, Abu Lahab, Abu Jahl, and the idolaters of Quraish used to observe the FIVE DAILY SALAT PRAYERS exactly as we do today, with the single exception of substituting the Quranic Faatihha for the Ibrahimy Faatihha.
"God was not to punish them while you (Muhammad) were still among them. God was not to punish them while they are seeking forgiveness. Yet, they fully deserved God's punishment for repelling from the sacred mosque, though they were not the guardians thereof; only the righteous are guardians thereof, but most of them do not know. THEIR SALAT PRAYERS at the shrine were no more than deceit and repulsion. Therefore, suffer the retribution for your disbelief." (8:3335)

Shiites changed this version of the Sermon to read, the book of Allah and my family, while the Sunnites changed it to read, the Book of Allah and my Sunnah. Only the version that talks about QURAN ALONE is the only one that does not contradict the QURAN and does not have any political motive behind it. It is the version ignored by the sects of the Sunnites and Shiites because it does not support their political agenda.}
{Here are the references to the three versions of the Sermon
1) I leave with you Quran and Sunnah, Muwatta, 46/3
2) I leave with you Quran and Ahl al-bayt , Muslim 44/4, Nu2408; ibn hanbal 4/366; darimi 23/1, nu 3319.
3) I leave for you the Quran alone you shall uphold it.
Muslim 15/19, nu 1218; ibn Majah 25/84, Abu dawud 11/56.
See Sahih Muslim, Book of Hajj, Book 7 , Number 2803:

Saya perhatikan ada beberapa kesalahan jelas yang disengajakan pada bahagian lain "sumber" ini menjadikan kredibiliti mereka sangat diragui. Saya tidak akan nyatakan sumber, tetapi salahnya mereka ialah mereka merngubah (maksud) al-Qur'an. Sila ingat ini baru satu dari banyak golongan anti-hadis dan yang terjadi ialah mereka cuai dan terlepas dalam menyatakan fakta. Ini mungkin tidak terjadi dikalangan anti-hadis lain. Tetapi, yang saya petik di atas adalah hujah yang sangat kerap dibangkit oleh anti-hadis, dan dengan menganggap mereka tiada kesilapan lain, maka dimana salahnya mereka dalam mengatakan kita "menduakan al-Qur'an dengan hadis" sedangkan ada ayat - ayat yang "nampaknya seperti" menolak hadis?

Dan Syiah pula ada kualitinya. Jika Islam adalah berteraskan "universal state", dimana satu undang - undang mengurus semua, maka konsep "cleric/Imam" yang mereka amalkan adalah lebih efektif dalam menyatukan ummah dari ahli-sunnah yang bermazhab - mazhab. Mereka ada imam yang berfungsi seperti "Pope" kepada Catholics. Jatuhnya sesuatu fatwa atau ruling, on the dot pengikut syiah bertindak. Kualiti ini ada, tetapi tidak efektif dikalangan ahli-Sunnah. Jadi, dimana salah mereka yang yakin dengan sistem ini?

Jawapannya: Kita tidak tahu. Dan sekali lagi: we simply believe what is. Jika kita tahu, maka pastinya tidak ada lagi golongan ini, betul? Pastinya syiah akan hilang, begitu juga Yahudi, begitu juga Kristian atau agama - agama lain seperti hilangnya banyak agama - agama berhala (dewa - dewa Greek). These people of differing faith exist around us, and we need to learn accepting their existence, and to make it easy for us and them without compromising our faith is realize it is not our place to say to the "You are going to hell". Instead we can always say "God knows best."


Abu Talib pakcik Baginda Muhammad SAW tak masuk Islam kan, tapi banyak bantu baginda.

Anda sekalian tahu kan apa balasan buruk yang dijanjikan kepada pakcik Baginda tu?

Dan saya petik semula dari artikel dimuka surat sebelum:
Therefore the Jews and Christians who lived during the life of the Prophet and who did not accept his message are doomed. We, even with our limited knowledge know about this fact, because if as the Muslims hold, Mohammad (pbuh) was a true messenger of God, then those Jews and Christians who lived during the life of the Prophet (pbuh) rejected the Truth knowingly. They shall have no excuse for their rejection. It is these Jews and Christians that are sure to be doomed. As far as the Jews and Christians of other times and places are concerned, they are subjected to the same test in the life of this world.


Walapun konteksnya ialah Yahudi dan Kristian, tetapi beliau tergolong dalam golongan menolak dengan sengaja walaupun berhadapan dengan bukti hidup (Baginda S.A.W). Tetapi, kita lihat kembali, kalau bukan kerana belas Allah, maka seksanya tidak akan diringankan pada hari Isnin. Betul? Dan hukuman ini diringankan kepada seorang yang aktif menentang Rasulullah secara berdepan. Apa lagi untuk yang tidak tahu apa sebenarnya yang ditentang? Bukankah Tuhan itu Maha Pengasih?

God knows best.

p/s: Saya bukan nak jadi champion, dan saya tidak katakan in the end we are all winners and saints. Tidak. Tetapi saya katakan, there's more to it before we can judge whether a person is doomed to hell or granted heaven. Afterall, a variable called "God's mercy" is in play. If we cannot know that value, then how can we ever be sure? Ponder on that, and we will be at peace but in true fear towards God.

DatukM
11-02-08, 07:01 PM
err da ketinggalan bas nampaknye aku

anyway sila perhatikan ayat2 dibawah:



Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasaara (Nasrani), dan orang-orang Saabi`in, sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta beramal salih, maka bagi mereka pahala balasannya disisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita. (Al-Baqarah:62)

Orang-orang yang Kami berikan Kitab kepada mereka, sedang mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan (tidak mengubah maksudnya), mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya: dan sesiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang yang rugi. (Al-Baqarah:121)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat
cepat hisab-Nya. (Ali Imran:19)

Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat
termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran:85)

Sesiapa yang kufur kepada Allah sesudah ia beriman (maka baginya kemurkaan dan azab dari Allah), kecuali orang yang dipaksa (melakukan kufur) sedang hatinya tenang tenteram dengan iman akan tetapi sesiapa yang terbuka hatinya menerima kufur, maka atas mereka tertimpa kemurkaan dari Allah, dan mereka pula beroleh azab yang besar. (An-nahl:106)




Tetapi saya katakan, there's more to it before we can judge whether a person is doomed to hell or granted heaven.
tapi aku xnampak reasons mengapa kita kena judge seseorang itu masok syorga atao neraka
mengapa perlu sebok dengan timbangan amal orang lain?
kan lebih baik kalo kita perbaiki je diri kita?

itu bukan hak kita

Pendeta
11-02-08, 10:24 PM
Aku tak kata "we have to". If you have been reading, point - point aku semua menjurus ke arah sebaliknya.

Dan terima kasih kerana ayat - ayat tersebut. Semuanya menunjukkan kepada kita siapa yang berkuasa menentukan: bukan kita.

Yang menentukan ialah Allah. Walaupun Dia berjanji, sebagai Tuhan, aku rasa Dia berhak berbuat sesuka Nya. Jika Dia mungkir janji pun, maka kenangkan berapa banyak pula janji yang kita mungkir?

In the end, still it is not us who has the final say.

God knows Best.

mnajem
12-02-08, 08:41 AM
Dia ada ihsan, kecuali kepada mereka yang mensyirikkan-Nya.
Itu dinyatakan secara eksplisit.

Pendeta
12-02-08, 01:55 PM
Huhu. Saudara yang cakap, bukan saya. Dan saya memang setuju.

Sesuatu yang bukan baru untuk dibaca:

What is the Wisdom of Islam? And how will Allah Almighty Judge both Muslims and non-Muslims?
The sections of this article are:
What is the Wisdom of Islam?
- Allah Almighty knows what's in the heart and will judge us according to our intentions.
- Allah Almighty listens to our prayers; He is close and listens!
- The Wisdom of Islam is the same as the Wisdom of Moses' Tablets (the Ten Commandments) and the Golden Rule.
How will Allah Almighty Judge the non-Muslims? Should a person be a Muslim first to be accepted in Paradise by Allah Almighty?
- As long as the person believes in "Absolute One GOD" and does Righteousness, then he should be ok.
- So how will we be judged at Judgement Day?
So am I suggesting that there is no need to believe in the Noble Quran? Or there is no need to try to spread Islam to Unitarians such as the Jews?
Conclusion. As I read the Noble Quran almost everyday, I always gain more and more respect to this Wonderful True Religion of GOD Almighty. Humans today had so corrupted the beauty of believing in the Absolute One and Living GOD, that they no longer became certain of which path to take.


1- What is the Wisdom of Islam?
Islam is a very simple Religion. Islam simply means submitting yourself in peace to the Absolute One and Living GOD:
"Say: He is God, the One and Only; God, the Eternal, Absolute; He begetteth not, nor is He begotten; And there is none like unto Him. (The Noble Quran, 112:1-4)"
"Then Praise be to Allah, Lord of the heavens and Lord of the earth- Lord and Cherisher of all the worlds! To Him be Glory throughout the heavens and the earth: and He is Exalted in Power, Full of Wisdom!. (The Noble Quran, 45:36-37)"
"Say: 'O People of the Book (i.e., Jews and Christians)! Come to common terms as between us and you: That we worship none but Allah; that we associate no partners with Him; that we erect not, from among ourselves, Lords and patrons other than Allah.' If then they turn back, say ye: 'Bear witness that we (at least) are Muslims (bowing to Allah's Will).' (The Noble Quran, 3:64)"
The GOD of Islam is the GOD of everything He created. There is no middle man between the Creation and the Creator; "It was We Who Created man, and We know what dark suggestions his soul makes to him: for We are nearer to him than (his) jugular vein. (The Noble Quran, 50:16)"
"When My servants ask thee concerning Me, I am indeed close (to them): I listen to the prayer of every suppliant when he calleth on Me: Let them also, with a will, Listen to My call, and believe in Me: That they may walk in the right way. (The Noble Quran, 2:186)"

Allah Almighty knows what's in the heart and will judge us according to our intentions:
Let us look at Noble Verses 26:88-91 "The Day whereon neither wealth nor sons will avail, But only he (will prosper) that brings to God a sound heart; to the righteous, the Garden will be brought near, and to those straying in Evil, the Fire will be placed in full view."
Allah Almighty created all mankind with different races, mentality and beliefs; "O mankind! [this includes all races and all nations] We created you from a single (pair) of a male and a female, and made you into nations and tribes, that ye may know each other. Verily the most honoured of you in the sight of Allah is the most righteous of you. And Allah has full knowledge and is well-acquainted. (The Noble Quran, 49:13)"
Anyone can gain the Love of Allah Almighty, which would eventually lead him to know His Creator and end up in Paradise under Him: "It is He Who has Created you [humans]; and of you [humans] are some that are unbelievers, and some that are believers: And Allah sees well all that ye do. He has created the heavens and the earth in just portions, and has given you [humans] shape, and made your shapes beautiful: and to Him is the final Goal. He knows what is in the heavens and on earth; and He knows what ye conceal and what ye reveal: Allah Knows well the (secrets) of (all) hearts. (The Noble Quran, 64:2-4)"
He knows well that we need Him, and that we are nothing without Him and His guidance; "O ye men! It is ye that have need of Allah: but Allah is the One free of all wants, worthy of all praise. If He so pleased, He could blot you out and bring in a new creation, Nor is that difficult for Allah. (The Noble Quran, 35:15-17)"

Allah Almighty listens to our prayers; He is close and listens!
"When My servants ask thee concerning Me, I am indeed close (to them): I listen to the prayer of every suppliant when he calleth on Me: Let them also, with a will, Listen to My call, and believe in Me: That they may walk in the right way. (The Noble Quran, 2:186)"

The Wisdom of Islam is the same as the Wisdom of Moses' Tablets (the Ten Commandments) and the Golden Rule:
As we will see more elaborations further down in this article, if a person follows the Bible's Ten Commandments (except for the not working in the Sabbath one) and the Golden Rule (http://www.answering-christianity.org/golden_rule_lie.htm)(which is unfortunately not consistent in the Bible, but it is consistent in Islam), then he/she is a True Believer in GOD Almighty and he/she is a Righteous person. While nothing in the Noble Quran specifically says that we must follow the Bible's "Ten Commandments", but nonetheless, Moses' (peace be upon him) Tablets were mentioned in the Noble Quran, and they are believed to contain the Ten Commandments:
"And We ordained laws for him in the tablets in all matters, both commanding and explaining all things, (and said): "Take and hold these with firmness, and enjoin thy people to hold fast by the best in the precepts: soon shall I show you the homes of the wicked,- (How they lie desolate)." (The Noble Quran, 7:145)"
"When Moses came back to his people, angry and grieved, he said: "Evil it is that ye have done in my place in my absence: did ye make haste to bring on the judgment of your Lord?" He put down the tablets, seized his brother by (the hair of) his head, and dragged him to him. Aaron said: "Son of my mother! the people did indeed reckon me as naught, and went near to slaying me! Make not the enemies rejoice over my misfortune, nor count thou me amongst the people of sin." (The Noble Quran, 7:150)"
"When the anger of Moses was appeased, he took up the tablets: in the writing thereon was guidance and Mercy for such as fear their Lord. (The Noble Quran, 7:154)"
Also, all of the beautiful Wisdoms and Divine Commands that exist in the Bible's Ten Commandments do exist in the Noble Quran and they do make up the bottom line and the core beliefs of Islam. Not only that, but they are also considered "Light" by Allah Almighty:
"It was We who revealed the law (to Moses): therein was guidance and light. By its standard have been judged the Jews, by the prophets who bowed (as in Islam) to God's will, by the rabbis and the doctors of law: for to them was entrusted the protection of God's book, and they were witnesses thereto: therefore fear not men, but fear me, and sell not my signs for a miserable price. If any do fail to judge by (the light of) what God hath revealed, they are (no better than) Unbelievers. (The Noble Quran, 5:44)"
"Of the people of Moses (i.e., the Jews) there is a section who guide and do justice in the light of truth. (The Noble Quran, 7:159)"


2- How will Allah Almighty Judge the non-Muslims? Should a person be a Muslim first to be accepted in Paradise by Allah Almighty?
Allah Almighty will admit to Paradise those whom He loves because of their righteous work and belief:
"O mankind! [this includes all races and all nations] We created you from a single (pair) of a male and a female, and made you into nations and tribes, that ye may know each other. Verily the most honoured of you in the sight of Allah is the most righteous of you. And Allah has full knowledge and is well-acquainted. (The Noble Quran, 49:13)"
"Not all of them are alike: Of the People of the Book [Jews and Christians] are a portion that stand (For the right): They rehearse the Signs of God all night long, and they prostrate themselves in adoration. They believe in God and the Last Day; they enjoin what is right, and forbid what is wrong; and they hasten (in emulation) in (all) good works: They are in the ranks of the righteous. (The Noble Quran, 3:113-3:114)"

My definition of the word 'Muslim':
I believe that the definition of 'Muslim' is not just limited to someone who believes in Allah Almighty, Prophet Muhammad peace be upon him, and the Noble Quran only. While it is extremely important and becomes mandatory for a person to believe in the Noble Quran and the Prophethood of Muhammad, especially if he or she is fully convinced of the Truthfulness of Islam, but the real Noble Quranic definition of a 'Muslim' is someone who believes in the Absolute Oneness of GOD Almighty and associates no partners (idols or humans or any other creations) with Him. This makes any Unitarian and Monotheist a 'Muslim'. That is why Islam is called 'The Religion of Abraham', because Abraham, peace be upon him was a true Monotheist and associated no partners with GOD Almighty. So Salvation is not just reserved for the Noble Quran's Believers only.
To support my statement above, let us look at the following Noble Verse:
"Who can be better in religion than one who submits his whole self to God, does good, and follows the way of Abraham the true in Faith? For God did take Abraham for a friend. (The Noble Quran, 4:125)"
"Say: He is God, the One and Only; God, the Eternal, Absolute; He begetteth not, nor is He begotten; And there is none like unto Him. (The Noble Quran, 112:1-4)"
"Say: 'O People of the Book (i.e., Jews and Christians)! Come to common terms as between us and you: That we worship none but Allah; that we associate no partners with Him; that we erect not, from among ourselves, Lords and patrons other than Allah.' If then they turn back, say ye: 'Bear witness that we (at least) are Muslims (bowing to Allah's Will).' (The Noble Quran, 3:64)"
Also, Jesus peace be upon him taught his followers to be "Muslims" 600 years before the birth of Muhammad peace be upon him: "And behold! I inspired the Disciples to have faith in Me [Allah] and Mine Messenger [Jesus]; they said, ''We have faith, and do thou bear witness that we bow to Allah as Muslims.' (The Noble Quran, 5:111)"
Noble Verse 5:111 seems to agree perfectly with Jesus' teachings in the Bible's Hebrew New Testament in Luke 6:40:

From www.answering-christianity.com/luke6_40.htm (http://www.answering-christianity.org/luke6_40.htm):
Jesus using the word "Muslim" in Luke 6:40:
This article was give to me by brother Tamer, may Allah Almighty always be pleased with him.
Let us look at Luke 6:40 from my N.I.V. Bible "A student is not above his teacher, but everyone who is fully trained will be like his teacher."


From me, Osama Abdallah:Evidence from the English translation of Luke 6:40 that further prove that the word 'Muslim' was used by Jesus:
Luke 6:40 (KJV) (http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke%206:40;&version=9;)
40 The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master.
Luke 6:40 (Darby) (http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke%206:40;&version=16;)
40 The disciple is not above his teacher, but every one that is perfected shall be as his teacher.
Luke 6:40 (Young's Literal Translation) (http://www.biblegateway.com/passage/?search=luke%206:40;&version=15;)
40 A disciple is not above his teacher, but every one perfected shall be as his teacher.
Luke 6:40 (21st Century King James Version) (http://www.biblegateway.com/passage/?search=luke%206:40;&version=48;)
40 The disciple is not above his master, but every one that is perfect shall be as his master.
Luke 6:40 (American Standard Version) (http://www.biblegateway.com/passage/?search=luke%206:40;&version=8;)
40 The disciple is not above his teacher: but every one when he is perfected shall be as his teacher.
The perfection here means a spiritual one. What the verse is saying is that knowledge is not what matters! The teacher or master is higher in knowledge than his student. But the student can be as high as his teacher, or even higher, by being a true 'MUSHLAM' or Muslim, a spiritually perfect and well-disciplined person!
http://www.answering-christianity.org/hebrew_2.gif
"Ein talmeed na'leh 'al rabbo; shekken kal adam she'MUSHLAM yihyeh k'rabbo."
Taken from the Aramaic bible society. (http://www.aramaic.org/) See also the PDF file at this link. (http://www.answering-christianity.org/being_like_the_teacher.pdf)

This is further proved by the Arabic translation:
http://www.biblegateway.com/passage/?search=Luke%206:40;&version=28;
http://www.answering-christianity.org/luke6_40_1.jpg

The Arabic word "baseera", which is what is falsely translated for "MUSHLAM" by the deceiving polytheist trinitarian pagans from the Arabic translators, actually means "having spiritual knowledge or discipline"! Even in their twisted translation, the word clearly is used for spiritual discipline and not just technical knowledge of our worldly knowledge today such as Science or Mathematics or anything else.
In other words:
1- My math teacher can be more knowledgeable than me in math, but with my baseera (being a very good Muslim that is), I can be an equal or even better person than him or her!!
2- My master, if I were a slave, can be higher than me in authority and worldly reputation, but with my baseera (with my Islam), I can be an equal or even better person than him!!
Even their wrong word clearly supports Islam, because the verse is crystal clear in Aramaic!! The most accurate and honest translation for the Aramaic Mushlam is none other than the Arabic Muslim, which means Believer!


Continuing with brother Tamer's article....
Let us look at what Jesus said in Luke 6:40 in the language of Aramaic translated into Hebrew as shown below:
http://www.answering-christianity.org/hebrew_2.gif
"Ein talmeed na'leh 'al rabbo; shekken kal adam she'MUSHLAM yihyeh k'rabbo."

Taken from the Aramaic bible society. (http://www.aramaic.org/) See also the PDF file at this link. (http://www.answering-christianity.org/being_like_the_teacher.pdf)
Note: Aramaic and Hebrew are read from right to left, which is opposite to English.

Translation in English: "No student can be above his teacher, but everyone that is a MUSLIM, can be as his teacher."
Important Note: The Hebrew word "Mushlam" comes from the root "Sh L M". "Shalom" which comes from the same root means "peace". The Arabic word "Muslim" comes from the root "S L M". "Salam" means "peace". "Salem" means "safe". Also taken from the Aramaic bible society (http://www.aramaic.org/), http://home.comcast.net/~rzuberi/index_files/page0005.htm (http://home.comcast.net/%7Erzuberi/index_files/page0005.htm), and http://home.comcast.net/~rzuberi/articles/Being_Like_The_Teacher.pdf (http://home.comcast.net/%7Erzuberi/articles/Being_Like_The_Teacher.pdf).

Another Important Note: In case the pdf file gets lost from the "home.comcast.net" site, I have uploaded it to my site. You can access a copy of on my site at this link. (http://www.answering-christianity.org/being_like_the_teacher.pdf)
Also, please visit: Jesus peace be upon him spoke Aramaic during his ministry. (http://www.answering-christianity.org/jesus_speak.htm)
See Jesus predicting the coming of Muhammad after him in the Bible. (http://www.answering-christianity.org/predict.htm)

Most recent discoveries:
Recently Father Pecerillo, a famous Franciscan Archiologist, found more than twenty churches in Madaba at the south of Jordan. From the Forth Century we found houses in Syria, Lebanon, Iraq and Palestine with this inscription in Arabic :"Bism Allah al Rahman al Rahim" which showed that Christians were the first to use this name, Allah for GOD Almighty, which proves that the name of GOD Almighty in the Noble Quran, "Allah" is the correct one. This also proves to us that the Bible is not all found. There are still missing pieces in it that disprove trinity.
For more details and proofs, visit: Jewish and Christian Arabs used the word "Allah" for GOD before Islam. (http://www.answering-christianity.org/allah6.htm) See historical and archeological evidence and most recent discoveries in the Middle East.

Every religion in this universe started with a Prophet of GOD Almighty. Judaism started with Moses peace be upon him, Christianity started with Jesus peace be upon him and so on. Islam on the other hand did not start with Muhammad peace be upon him. It simply started with the creation of Adam peace be upon him. When mankind was created, Islam was created. Islam is a Religion that started with Adam and ended with Muhammad peace be upon them. Every religion of Allah Almighty in between such as Judaism and Christianity is part of Islam.
This is very important to know, because now we can see that the people who believed in the Absolute One and Living GOD Almighty before the birth of Muhammad peace be upon him were also Muslims.
Important Note: It is up to Allah Almighty to decide who goes to Heaven and who goes to Hell. But as we've seen in the Noble Verses above, Allah Almighty doesn't just care about our faith, but also about our good deeds and hearts.
All of the Righteous Unitarians (those who believe in the Absolute One GOD Almighty) are Muslims according to Islam. Prophet Muhammad peace be upon him taught us that faith in the Absolute One GOD is the most important and fundamental principle. It is the heart of Islam and the mainspring of its power. All other beliefs, commands and laws of Islam stand firm on this foundation.
One of the beauties of Islam is that when an individual becomes a Unitarian, this wonderful religion of GOD (Islam) comes natural to him by the Will of Allah Almighty; "...Such are among the Signs of God: He whom God, guides is rightly guided; but he whom God leaves to stray,- for him wilt thou find no protector to lead him to the Right Way. (The Noble Quran, 18:17)".
It comes in such a miraculous way that it creates a direct connection between Allah Almighty and the individual; "...Allah has endeared the faith to you, Has made it beautiful in your hearts, and He Has made hateful to you unbelief, wickedness, and rebellion: such indeed are those who walk in righteousness- A grace and favour from Allah; and Allah is full of Knowledge and Wisdom. (The Noble Quran, 49:7-8)"
Once that connection is created, then the new Muslim will naturally avoid unbelief and wickedness and will stay in the Path of Allah Almighty. The Muslim's faith will then only increase and strengthen:
"For, believers are those who, when Allah is mentioned, feel a tremor in their hearts, and when they hear His Signs rehearsed, find their faith strengthened, and put (all) their trust in their Lord. (The Noble Quran, 8:2)"
"Say, the Holy Spirit has brought the revelation from thy Lord in Truth, in order to strengthen those who believe, and as a guide and glad tidings to Muslims. (The Noble Quran, 16:102)"
"It is He [Allah] Who sent down tranquillity into the hearts of the believers, that they may add faith to their faith- For to Allah belong the forces of the heavens and the earth; and Allah is Full of Knowledge and Wisdom. (The Noble Quran, 48:4)"

As long as the person believes in "Absolute One GOD" and does Righteousness, then he should be ok:
"God forgiveth not that partners should be set up with Him; but He forgiveth anything else, to whom He pleaseth; to set up partners with God is to devise a sin Most heinous indeed. (The Noble Quran, 4:48)"
"Who can be better in religion than one who submits his whole self to God, does good, and follows the way of Abraham the true in Faith? For God did take Abraham for a friend. (The Noble Quran, 4:125)"
Idol worshiping, trinity, and all other forms of using other creations as mediators between yourself and GOD Almighty are not accepted. This supports my statement above about a "Muslim" is one who believes in One GOD only.
"They say: 'Become Jews or Christians if ye would be guided (To salvation).' Say thou: 'Nay! (I would rather) the Religion of Abraham the True, and he joined not gods with God.' (The Noble Quran, 2:135)"
"Abraham was not a Jew nor yet a Christian; but he was true in Faith, and bowed his will to God's (Which is Islam), and he joined not gods with God. (The Noble Quran, 3:67)"
The "true in Faith" or the "Religion of Abraham" that GOD Almighty accepts is believing in the Absolute One and Living GOD Almighty. This is the main point of Islam, and the belief that would ultimately guide the individual to Salvation.

So how will we be judged at Judgement Day?
Allah Almighty is quite clear in the Noble Quran about how He will judge us in the Day of Judgement.
Let us look at Noble Verse 10:61 "In whatever business thou mayest be, and whatever portion thou mayest be reciting from the Quran, and whatever deed ye (mankind) may be doing, We are witnesses thereof when ye are deeply engrossed therein. Nor is hidden from thy Lord (so much as) the weight of an atom on the earth or in heaven. And not the least and not the greatest of these things but are recorded in a clear record." In this Noble Verse, we see Allah Almighty clearly describing to us that every single act even an atom of a thing we do in life from good and bad will be recorded in our records.
Let us look at Noble Verse 34:3 "The unbelievers say, 'Never to us will come the Hour': Say, 'Nay! but most surely, by my Lord, it will come upon you; by Him Who knows the unseen, from Whom is not hidden the least little atom in the heavens or on earth: Nor is there anything less than that, or greater, but is in the record perspicuous.'"

Let us look at Noble Verse 34:22 "Say: 'Call upon other (gods) whom ye fancy, besides God: They have no power,- not the weight of an atom,- in the heavens or on earth: No (sort of) share have they therein, nor is any of them a helper to God.'" In this Noble Verse Allah Almighty claims that no god but He will do the Judgement in the Day of Judgement. All of the idols and images that people worshiped and still do will not take part of any Judgement. They will be worthless.
Let us look at Noble Verses 99:7-8 "Then shall anyone who has done an atom's weight of good, see it! And anyone who has done an atom's weight of evil, shall see it." Everything we do in life will be recorded for us. For every atom of good we do in life we shall see it, and for every atom of evil we do in life we shall see it also. And Allah Almighty will ultimately make His decision on whether you will make it to heaven or will make it to hell.


3- So am I suggesting that there is no need to believe in the Noble Quran? Or there is no need to try to spread Islam to Unitarians such as the Jews?
Absolutely not! As a Muslim who believes in Allah Almighty and all of His Revelations, I must believe with all my heart and mind that the Noble Quran is the Seal of all the Revelations that came from Allah Almighty, and it must be followed. Allah Almighty clearly said: "The Religion before God is Islam (submission to His Will): Nor did the People of the Book dissent therefrom except through envy of each other, after knowledge had come to them. But if any deny the Signs of God, God is swift in calling to account. (The Noble Quran, 3:19)"
But the religion of Islam is not just limited to the Noble Quran's Revelations, especially to those who never heard of Islam, or Islam was unfortunately misrepresented to them. Islam started from Adam and ended with Muhammad peace be upon them. Islam was perfected or finished with the Revelations of the Noble Quran: "...This day have I perfected your religion for you, completed My favour upon you, and have chosen for you Islam as your religion....(The Nobel Quran, 5:3)"
Islam as I mentioned above existed before Prophet Muhammad peace be upon him and ended with him: "The same religion has He established for you as that which He enjoined on Noah - the which We have sent by inspiration to thee - and that which We enjoined on Abraham, Moses, and Jesus: Namely, that ye should remain steadfast in religion, and make no divisions therein: to those who worship other things than God, hard is the (way) to which thou callest them. God chooses to Himself those whom He pleases, and guides to Himself those who turn (to Him). (The Noble Quran, 42:13)"
My point about Salvation is: What I am suggesting here is that when a Muslim is asked about who from Mankind will Allah Almighty admit to Paradise and whom He won't admit, he should say: Only He the Almighty Knows, because He will decide based on the person's belief and good deeds on whether to admit him to Heaven or to Hell. There is no set rule on how the Judgement will happen. Every individual will have his own special and unique case that Allah Almighty will consider.
That is why Allah Almighty said in Noble Verses 99:7-8 "Then shall anyone who has done an atom's weight of good, see it! And anyone who has done an atom's weight of evil, shall see it."

He, the Almighty, also said:
"In whatever business thou mayest be, and whatever portion thou mayest be reciting from the Quran,- and whatever deed ye (mankind) may be doing,- We are witnesses thereof when ye are deeply engrossed therein. Nor is hidden from thy Lord (so much as) the weight of an atom on the earth or in heaven. And not the least and not the greatest of these things but are recorded in a clear record. (The Noble Quran, 10:61)"
"There is no moving creature on earth but its sustenance dependeth on God: He knoweth the time and place of its definite abode and its temporary deposit: All is in a clear Record. (The Noble Quran, 11:6)"
"Knowest thou not that God knows all that is in heaven and on earth? Indeed it is all in a Record, and that is easy for God. (The Noble Quran, 22:70)"
"Nor is there aught of the unseen, in heaven or earth, but is (recorded) in a clear record. (The Noble Quran, 27:75)"
"The Unbelievers say, "Never to us will come the Hour": Say, "Nay! but most surely, by my Lord, it will come upon you;- by Him Who knows the unseen,- from Whom is not hidden the least little atom in the heavens or on earth: Nor is there anything less than that, or greater, but is in the Record Perspicuous: (The Noble Quran, 34:3)"
"And the Earth will shine with the Glory of its Lord: the Record (of Deeds) will be placed (open); the prophets and the witnesses will be brought forward and a just decision pronounced between them; and they will not be wronged (in the least). (The Noble Quran, 39:69)"
"Every matter, small and great, is on record. (The Noble Quran, 54:53)"
"No misfortune can happen on earth or in your souls but is recorded in a decree before We bring it into existence: That is truly easy for God: (The Noble Quran, 57:22)"
"Then he that will be given his Record in his right hand will say: "Ah here! Read ye my Record! (The Noble Quran, 69:19)"
"And he that will be given his Record in his left hand, will say: "Ah! Would that my Record had not been given to me! (The Noble Quran, 69:25)"
"And all things have We preserved on record. (The Noble Quran, 78:29)"

Please visit Is our destiny pre-determined by GOD? Does GOD choose who is evil and who is good? How come GOD didn't make all of us good if He is the "Most Merciful" and "Most Just"? (http://www.answering-christianity.org/our_destiny.htm)
Did GOD create some Men and Jinns to be destined to hell? (http://www.answering-christianity.org/hell_destiny.htm)


4- Conclusion:
Islam is a beautiful and a True Divine Religion of Allah Almighty that sets free the believers from wickedness, confusion and frustration. It sheds the Light of Allah Almighty into their hearts and leads them to the True Path Belief and Righteousness. Allah Almighty (http://www.answering-christianity.org/allah.htm) is the GOD Almighty of all mankind and is there for all the righteous. Every little atom of good and evil that an individual makes in life will be recorded for him, and he shall see it in the Day of Judgement. Allah Almighty will then make the Ultimate Decision on the person based on all of the unique elements that pertain to him/her.

[/CnP]
Sumber (http://www.answering-christianity.org/islam.htm)


God knows Best.

poloman
13-02-08, 03:32 PM
salam


Allah Almighty created all mankind with different races, mentality and beliefs; "O mankind! [this includes all races and all nations] We created you from a single (pair) of a male and a female, and made you into nations and tribes, that ye may know each other. Verily the most honoured of you in the sight of Allah is the most righteous of you. And Allah has full knowledge and is well-acquainted. (The Noble Quran, 49:13)"
Memang betul Allah jadikan manusia berbilang bangsa dan kaum.. Tetapi Allah jadikan sedemikian bukannya bertujuan untuk membiarkan semua manusia yang berbilang bangsa itu menyembah tuhan yang "satu" dengan berbilang cara yang bercanggah antara satu sama lain. Allah yg esa hanya satu. Kita perlu mengesakan Tuhan yg satu seperti mana orang-orang terdahulu termasuklah Ibrahim, Musa, Isa dan lain-lain mengesakan Dia. 17 kali sehari kita bermohon agar dapat jadi seperti mereka.

Aku pernah bersembang dgn org hindu, dia kata patung yang ada kat kuil tu bukannya tuhan.. tuhan dia tetap satu. Yang digambarkan (patung) itu ialah gambaran dewa (bukan dewa tetapi hanya gambaran) dan mereka semua duduk di bawah tuhan yang satu juga.

Kita tengok di sini, adakah di sebabkan dia percaya tuhan itu satu maka dia juga dikategorikan sebagai beriman. Seperti aku katakan sebelum ini, iman itu terlalu luas dan banyak rantingnya. Jangan kita kata dengan hanya percaya tuhan itu satu sahaja dah dikira beriman, kalau kita katakan begitu, sami hindu juga mesti dikategorikan sebagai beriman. Iman itu perlu lengkap.

Untuk melengkapkan iman kita tentang Allah pun terlalu luas. Untuk beriman kepada Allah kita perlu memahami Allah, jika tidak samalah kita dengan sami hindu (maaf bukan tujuan aku hendak merendahkan sesiapa cuma membandingkan), Jika ditanya ciri ciri Allah kepada mereka nescaya mereka tak dapat menghuraikannya. Pemahaman ini datang dari ilmu dan ilmu perlu di cari dan perlu diteliti kesahihannya. bukannya apa sahaja yang kita dapat dari internet maka kita katakan bahawa itu adalah ilmu.

poloman
13-02-08, 03:33 PM
Pandangan yg kamu dapat dari internet itu adalah pandangan individu dan macammana untuk kita pastikan bahawa pandangan individu itu betul? jawapannya hanya Allah yang tahu. Jadi macammana nak buat bagi yang Maha Mengetahui itu memberitahu kita? (supaya bertepatan dengan surah Al-'alaq bila Dia berkata yang Dia mengajar manusia apa-apa yang tidak di ketahui oleh manusia, Kita kena faham bila Dia kata Dia mengajar, bukannya Dia turun seketul lalu berkata kata dgn kita). Di sini pentingnya ilmu mengenal Dia.

Mari kita kaji pemahaman kita tentang Allah. Allah itu Akbar.. A'ala.. maha besar dan maha tinggi.. Tidak ada yang lebih besar dan lebih tinggi daripadanya.. Kalaulah kita katakan belajar pengajian tentang nuklear adalah yang paling hebat, memerlukan bertahun tahun untuk memahami nuklear inikan pula Allah.. Allah mendahului sains bukannya sains mendahului Allah.. Allah lebih tinggi daripada sains bukannya sains lebih tinggi daripada Allah.. Belajarlah.. nescaya anda akan dapat melihat bahawasanya hakikatnya memang begitu kalau tidak masakan ada pepatah "tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China".. "tuntutlah ilmu dari dalam buaian sampai ke liang lahad"..

Allah terangkan dalam Al-quran, Al-khaf-109: "Katakanlah : Kalaulah semua jenis lautan menjadi tinta untuk menulis Kalimah-kalimah Tuhanku, sudah tentu akan habis kering lautan itu sebelum habis Kalimah-kalimah Tuhanku, walaupun Kami tambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya, sebagai bantuan. "

Khalimah khalimah yang Allah maksudkan adalah ilmu bukan kata kata kosang macam kita berkata kata.. Kata kata kosong kitapun dah tak tertulis, kalau di ukur dari kita pandai bercakap sehingga sekarang inikan pula Ilmu Allah..

Kalau kita perhatikan khalimah Allah dalam Al-quran (6666), bermula dari ayat pertama sehingga ayat terakhir, semuanya adalah untuk menceritakan perihal Allah.. Tuhan kita.. Illa hin Nas.. kajilah disebalik ayat walaupun ayat pengharaman ba-bi.. semuanya untuk menceritakan kepada kita perihal Allah.. Kenapa Allah haramkan ****? Apa yang ada dlm daging ba-bi sehingga Allah mengharamkan kita makan?.. semuanya ini adalah untuk membina pemahaman kita tentang Allah.. Jika belajar untuk mengenal Allah nescaya jika kita dihidupkan seribu kali lagi tidak akan habis pembelajaran kita.. percayalah..

Allah tak membebankan kita, cukuplah sekadar belajar sehingga dapat mengesakanNya dengan sebenar benar pengesaan. Al haj- 74, Mereka itu tidak mengesakan Allah dengan sebenar benar pengesaan; sesungguhnya Allah adalah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa."

Siapa yg Allah maksudkan dengan mereka dalam ayat di atas?. Ayat sebelumnya Allah berkata "Wahai umat manusia", ini bermakna manusia keseluruhannya termasuklah kita yang mengaku beriman, mengaku mengesakan Allah tetapi hakikatnya bukan dengan sebenar-benar pengesaan.

poloman
13-02-08, 03:33 PM
Cuba kita tengok 49:13, Verily the most honoured of you in the sight of Allah is the most righteous of you.

Allah kata semulia mulia kamu ialah orang yang paling bertakwa. Memang Allah kata untuk sekelian manusia tetapi bukan juga untuk semua"agama". Maksud sebenar takwa ialah bergantung, berhubung dan bertali dgn Allah bukannya semata mata takut seperti yg kita fahami sebelum ini. Bagaimana hendak bergantung, berhubung dan bertali dgn Allah? Ini adalah benda benda yg ghaib, yang tak nampak dan Allah menegaskan dlm Al-quran bahawa semua kuncinya di sisi Allah maka wajib bagi kita mengenal Allah dgn sebenar-benar kenal.(setakat belajar di sekolah menengah belum mampu mengenal dgn sebenarnya)

Manusia yang mengaku islam pun belum tentu bertakwa kepada Allah ini pula yg lain.

Kita perlu tahu dan faham apa dimaksudkan dengan takwa sebenarnya.. Jika tidak, itu semua hanya sangka-sangkaan kita semata mata kerana seperti ayat yang kamu tampalkan itu Allah telah menerangkan bahawa Allah hanya menilik pada hati.. Adakah hati kita mempunyai ilmu untuk melakukan sebarang perkara dengan hanya kerana Allah? Jika tidak itu yang digambarkan Allah, ianya menjadi debu beterbangan..


Every religion in this universe started with a Prophet of GOD Almighty. Judaism started with Moses peace be upon him, Christianity started with Jesus peace be upon him and so on. Islam on the other hand did not start with Muhammad peace be upon him. It simply started with the creation of Adam peace be upon him. When mankind was created, Islam was created. Islam is a Religion that started with Adam and ended with Muhammad peace be upon them. Every religion of Allah Almighty in between such as Judaism and Christianity is part of Islam.

Aku memang setuju utk statement "Islam on the other hand did not start with Muhammad peace be upon him. It simply started with the creation of Adam peace be upon him. When mankind was created, Islam was created. Islam is a Religion that started with Adam and ended with Muhammad peace be upon them". Sebab dalam thread aku sebelum ini aku ada menyatakan bahawa islam itu cara hidup bermula dari Adam dan disempurnakan zaman Muhammad.

Tetapi aku tak setuju bila dia kata "Every religion of Allah Almighty in between such as Judaism and Christianity is part of Islam". Osama Abdullah nampaknya bercakap lintang pukang, mula mula dia kata islam terbina semenjak manusia dicipta tetapi kemudian dia kata agama yahudi dan kristian adalah sebahagian dari islam. Sebenarnya tiada istilah agama lain kecuali islam. Allah tidak pernah membenarkan agama yahudi atau agama kristian. Seperti statement awalnya islam terbina dari terciptanya manusia, ini bermakna hanya ada islam, tiada yahudi atau kristian.
Ibrahim bukannya yahudi atau kristian, begitu juga Musa atau Isa. "Abraham was not a Jew nor yet a Christian; but he was true in Faith, and bowed his will to God's (Which is Islam), and he joined not gods with God. (The Noble Quran, 3:67)"

Ibrahim, Musa atau Isa adalah agama tauhid iaitu mengtauhidkan Allah atau mengesakan Allah dan tauhid itulah yang sebahagian dari islam bukannya agama yahudi atau kristian.

poloman
13-02-08, 03:35 PM
The GOD of Islam is the GOD of everything He created. There is no middle man between the Creation and the Creator; "It was We Who Created man, and We know what dark suggestions his soul makes to him: for We are nearer to him than (his) jugular vein. (The Noble Quran, 50:16)"

Kenallah Allah nescaya kamu akan memahami maksud yang diboldkan.



3- So am I suggesting that there is no need to believe in the Noble Quran? Or there is no need to try to spread Islam to Unitarians such as the Jews?
Absolutely not! As a Muslim who believes in Allah Almighty and all of His Revelations, I must believe with all my heart and mind that the Noble Quran is the Seal of all the Revelations that came from Allah Almighty, and it must be followed. Allah Almighty clearly said: "The Religion before God is Islam (submission to His Will): Nor did the People of the Book dissent therefrom except through envy of each other, after knowledge had come to them. But if any deny the Signs of God, God is swift in calling to account. (The Noble Quran, 3:19)"

4- Conclusion:
Islam is a beautiful and a True Divine Religion of Allah Almighty that sets free the believers from wickedness, confusion and frustration. It sheds the Light of Allah Almighty into their hearts and leads them to the True Path Belief and Righteousness. Allah Almighty (http://www.answering-christianity.org/allah.htm) is the GOD Almighty of all mankind and is there for all the righteous. Every little atom of good and evil that an individual makes in life will be recorded for him, and he shall see it in the Day of Judgement. Allah Almighty will then make the Ultimate Decision on the person based on all of the unique elements that pertain to him/her.
God knows Best.

Manusia yang hebat di sisi Allah ialah Muhammad, kenapa dia berdakwah dan berperang utk mempertahankan diri sambil mengembangkan islam jika Allah tidak menyuruh kita menyebarkannya. Ini adalah fahaman fahaman yang cuba emnyekat pengaruh islam. Kita tahu ramai profesor-profesor di Al-Azhar adalah yahudi dan kristian yang mana mereka menghafal Al-quran dan "bijak" menafsirkannya. Kita perlu mengakui wujudnya orang-orang munafik, semakin lama mereka semakin bijak memesongkan kita dengan cara menafsir Al-quran.

Dalam ayat yang diberikan di atas, Allah menyatakan bahawa yg benar di sisi Allah hanya Islam dan orang yang di beri kitab (ahli kitab) sehingga datang kepada pengetahuan yang sah. Allah tidak pernah menyatakan bahawa ahli kitab itu beragama yahudi atau kristian. Ahli kitab bermaksud orang yang MENGAMALKAN kitab kitab terdahulu. Bukannya MENGAMALKAN AGAMA terdahulu.

Berhati-hatilah kita dalam menjalani hidup dalam zaman sekarang.. terlalu banyak perkara perkara yang mengaburkan dan tanpa ilmu Allah kita ibarat berjalan didalam hujan gelap tanpa cahaya.

An-an'am:122" Can he who was dead, to whom We gave life, and a Light whereby he can walk amongst men, be like him who is in the depths of darkness, from which he can never come out? Thus to those without Faith their own deeds seem pleasing."

We gave light, itulah ilmu yang memutikkan iman dalam dada kita samakah dengan orang yang tak berilmu yang Allah gambarkan "in the depths of darkness" yang mustahil kita dapat keluar darinya kecuali dengan izan Allah.

Salamualaik.. Tak kenal maka tak cinta...

asura
14-02-08, 09:50 AM
Aku pernah bersembang dgn org hindu, dia kata patung yang ada kat kuil tu bukannya tuhan.. tuhan dia tetap satu. Yang digambarkan (patung) itu ialah gambaran dewa (bukan dewa tetapi hanya gambaran) dan mereka semua duduk di bawah tuhan yang satu juga.

yep betul ..

kawan aku alim hindu ..siap leh ckp ape yg org
hindu mesia amalkan skang ni salah ..dah byk
bercampur dgn bende2 asing.

patung dan dewa dlm agama hindu mewakili
sifat Tuhan mereka. Sebab tu ade byk patung
dan berbagai bentuk serta nama. Satu bentuk
dan nama mewakili satu sifat Tuhan mereka.
Bermaksud jika nama tuhan mereka 'kekayaan'
..ia mewakili sifat kaya tuhan mereka. Yang
kononnya memberi rezeki dan nikmat pada
mereka.

Tuhan mereka sebenarnya satu dan yang byk
itu cuma sifat dan setiap sifat yg mereka
sembah mewakili Tuhan mereka. Bermaksud
jika mereka sembah patung berlainan sebenarnya
mereka cuma menyembah Tuhan yg satu.

thanks poloman ..tulisan yg menyentuh hati

Pendeta
14-02-08, 06:37 PM
Saya balas mana sempat. Lapo la pulak. Huhu.


salam


Memang betul Allah jadikan manusia berbilang bangsa dan kaum.. Tetapi Allah jadikan sedemikian bukannya bertujuan untuk membiarkan semua manusia yang berbilang bangsa itu menyembah tuhan yang "satu" dengan berbilang cara yang bercanggah antara satu sama lain. Allah yg esa hanya satu. Kita perlu mengesakan Tuhan yg satu seperti mana orang-orang terdahulu termasuklah Ibrahim, Musa, Isa dan lain-lain mengesakan Dia. 17 kali sehari kita bermohon agar dapat jadi seperti mereka.

Tapi dalam ayat - ayat yang kita dah petik, semuanya mengiktiraf "menyembah Tuhan yang satu" sebagai intipati. Soal mana satu cara yang betul, adalah subjektif kepada persepsi. Jika saya tanya poloman atau siapa sahaja Muslim," bagaimana saudara tahu Islam adalah cara yang betul?", kebarangkalian besar jawapan yang akan diberi ialah "Kerana al-Qur'an kata demikian". Ini adalah circular argument. Ia tidak menjawab mahupun membuktikan Islam adalah cara yang betul. Maka sama letaknya kepercayaan seorang Hindu, Kristian atau Yahudi. We have no way to prove, we have no time machine to go back and see with our eyes. All we have to do is wait until The End of Days and until then, can we only know for sure. Everything else is before then is a conjecture, a belief, a form of "iman" so to speak; which is subject to perception.

But let's assume what you said is true, that there is no "Jewish", or "Christianity", that their teaching is wrong, and only Islam contains the whole truth. Then I could ask, "Couldn't have the All-Knowing God get it right the first time He sent a prophet? Couldn't He just make a giant indestructible divine tablet with His Words here on earth to be seen by people of all time?"

Jawapannya Dia boleh. Tetapi, ia tidak dilakukan kerana yang dimahukanNya ialah iman. Jadi, tidak kiralah bagaimana "celik iman" sekali pun seseorang itu, dia tidak akan dapat membuktikan perkara yang mana hanya Allah akan berikan pada hari akhirat. Jadi, sekali lagi, bagaimana kita yang "buta" boleh tentukan perkara yang kita tidak nampak, dan tidak tahu?




Aku pernah bersembang dgn org hindu, dia kata patung yang ada kat kuil tu bukannya tuhan.. tuhan dia tetap satu. Yang digambarkan (patung) itu ialah gambaran dewa (bukan dewa tetapi hanya gambaran) dan mereka semua duduk di bawah tuhan yang satu juga.

Sangat convenient. Pada hari Ahad yang lepas saya lepak bersembang dengan seorang kawan Hindu, dan saya tanya direct kepada beliau samada Hindu adalah sebuah agama monotheistic atau polytheistic.

Dia jawab Hindu adalah agama polytheistic. Setiap dewa yang ada adalah "anak - anak kepada Supreme Being". Seterusnya saya katakan bahawa saya pernah membaca sumber yang mengatakan dewa - dewa lain adalah manifestasi Supreme Being ini tadi, dan dia menafikan. Kami conclude bahawa Hindu adalah sebuah agama polytheist dan dia dengan yakin mengatakan sumber (bukan anda poloman) yang mengatakan Hindu adalah monotheism adalah salah. Jadi apa yang ada ditangan kita sekarang poloman, ialah perbezaan pendapat. Siapa yang betul? Kita tidak akan tahu melainkan Tuhan sendiri yang bagitahu. Bila? Hari Kiamat.




Kita tengok di sini, adakah di sebabkan dia percaya tuhan itu satu maka dia juga dikategorikan sebagai beriman. Seperti aku katakan sebelum ini, iman itu terlalu luas dan banyak rantingnya. Jangan kita kata dengan hanya percaya tuhan itu satu sahaja dah dikira beriman, kalau kita katakan begitu, sami hindu juga mesti dikategorikan sebagai beriman. Iman itu perlu lengkap.


Untuk melengkapkan iman kita tentang Allah pun terlalu luas. Untuk beriman kepada Allah kita perlu memahami Allah, jika tidak samalah kita dengan sami hindu (maaf bukan tujuan aku hendak merendahkan sesiapa cuma membandingkan), Jika ditanya ciri ciri Allah kepada mereka nescaya mereka tak dapat menghuraikannya. Pemahaman ini datang dari ilmu dan ilmu perlu di cari dan perlu diteliti kesahihannya. bukannya apa sahaja yang kita dapat dari internet maka kita katakan bahawa itu adalah ilmu.

Let's assume again yang Hinduism adalah monotheistic.

Secara anologi, jika ada seorang lelaki dan hanya seorang sahaja, yang bernama Jamal didalam dunia ini. Tiga orang perempuan bersembang mengenai Jamal yang mereka kenali, ketiga - tiganya menerangkan ciri - ciri yang hampir serupa: Jamal memandu kereta, tetapi kereta yang disebutkan oleh ketiga - tiga wanita ini berlainan model. Salah seorang mengatakan jamal mempunyai anak, dua lagi membangkang. Datang seorang lagi wanita keempat mengatakan Jamal ada ramai anak. Wanita kelima mengatakan ada lagi 50 orang Jamal. Semuanya mengaku memiliki surat cinta Jamal, tetapi Jamal sekadar memastikan hanya dialah seorang Jamal, tiada yang lain.

Maka, saya tanyakan kepada poloman dan pembaca lain, siapa diantara semua perempuan ini menerangkan Jamal dengan tepat?

Dikatakan pula Jamal adalah seorang yang sangat pemaaf, pengasih, tetapi bengis juga kadangkala, tetapi Jamal mempunyai kecenderungan untuk memaafkan orang lain. Semua ini tidak berbukti, tetapi kata orang, itulah Jamal.

Maka siapa diantara semua perempuan ini akan dimaafkan, atau diambil oleh Jamal sebagai isteri?

Dan saya berikan lagi satu fakta: Tiada seorang pun diantara semua perempuan - perempuan ini pernah bertemu mahupun melihat kelibat Jamal.

Maka, apakah jawapan saudara dan bagaimana saudara boleh memberikan jawapan pasti tanpa ragu?


Jadi, jika Allah itu satu, dan Hindu adalah monothiestic, maka saya tidak akan katakan mereka akan memasuki neraka, sebab sejujurnya, saya tidak tahu. Hanya Allah sahaja yang boleh menjawab samada Supreme Being itu adalah Dia atau bukan.

Betul?


God knows Best.